Fajar didorong oleh Ketua DPW PAN Kalsel, Muhidin untuk menemani putrinya, Karmila. Sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin.
Fajar sempat salah tingkah. Dia mengaku hanya ingin bekerja sebagai ASN Pemprov Kalsel.
Begitu pula dengan Yuni. Anak tokoh Banua, Haji Leman itu juga hendak maju. Namun batal, karena pada akhirnya Partai Golkar lebih memilih mengusung kader lainnya Ananda.
Padahal Yuni sudah mengantongi surat keputusan dari DPD Partai Golkar Kalsel. Bahwa dia bisa menjadi calon wakil wali kota, berpasangan dengan Abdul Haris Makkie.
Polemik ini sempat memanaskan internal partai berlambang pohon beringin itu.
Tapi Yuni legawa. Sebagai gantinya, dia menggantikan Ananda, menjadi Ketua DPD Partai Golkar Banjarmasin.
Ditanya soal kansnya di Pilkada 2024 nanti, Yuni menanggapi dengan santai. Dia mengaku masih fokus untuk mencapai target kemenangan partainya di Pileg.
"Ulun (saya) fokus ke tanggung jawab sebagai ketua partai demi kemenangan Golkar pada Pemilu 2024," tuturnya kemarin (20/6) kepada Radar Banjarmasin.
Apakah mengincar kursi wali kota atau kursi Ketua DPRD Banjarmasin, masih terlalu dini untuk memastikan.
Intinya, dia mengakui, dalam politik, apapun bisa berubah dalam hitungan menit. "Bujur banar (betul sekali)," ujarnya saat ditanya soal kemungkinan tersebut.
Terpisah, Fajar menertawakan isu yang menyatakan dia bakal terjun sebagai calon wali kota pada 2024 nanti.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel itu hanya tersenyum dan berlalu.
"Saya tidak mau berbicara soal politik," ujarnya kepada wartawan di Ruang Rapat H Maksid di perkantoran pemprov di Banjarbaru kemarin.
Sebelum bekerja di pemprov, Fajar mengabdi di Pemko Banjarmasin. Menjadi orang kepercayaan Wali Kota Muhidin.
Keduanya kembali bersua saat Muhidin terpilih sebagai Wakil Gubernur Kalsel.
Nama Fajar disebut-sebut oleh dosen politik FISIP Universitas Lambung Mangkurat, Samahuddin Muharram. Menurut mantan Ketua KPU Kalsel itu, nama Fajar tak boleh dicoret dari bursa calon wali kota. (mof/ris/gr/fud)
Editor : Muhammad Helmi