Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Menara Pandang Piramida Mulai Tarik Minat Masyarakat

Arief • Senin, 21 Januari 2019 | 10:39 WIB
menara-pandang-piramida-mulai-tarik-minat-masyarakat
menara-pandang-piramida-mulai-tarik-minat-masyarakat

BANJARBARU - Setelah pembangunannya selesai pada Desember 2018 tadi. Kini, menara pandang berbentuk piramida di samping Jembatan Kembar, Loktabat, Banjarbaru selalu dikunjungi masyarakat.


Seperti halnya, Minggu (20/1) kemarin, sejumlah warga dari yang tua sampai muda tampak mendatangi menara yang memiliki tinggi sekitar 18 meter tersebut.


Berdiri di antara dua sisi siring Sungai Kemuning, menara piramida menawarkan keindahan suasana Kota Banjarbaru dan Sungai Kemuning jika pengunjung naik ke atasnya.


Selain itu, warga juga bisa berfoto dengan latar menara piramida yang dicat warna-warni relevan dengan Kampung Pelangi di Kemuning.


Salah seorang pengunjung, Ridha Novrihati Solehah mengatakan, Menara Piramida bisa menjadi lokasi alternatif untuk menikmati suasana Minggu pagi.


"Dengan hadirnya menara ini, semakin banyak pilihan lokasi nongkrong di Banjarbaru," katanya.


Warga Guntung Manggis ini mengaku biasa menikmati libur akhir pekan di Lapangan Murjani, Taman Van Der Pijl atau di Perkantoran Pemprov Kalsel. "Sekarang ada alternatif lain, yaitu menara ini," ucapnya.


Sebelumnya, Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani menyatakan bahwa menara pandang dibangun untuk masyarakat luas. Untuk itu, dia meminta agar pengunjung turut menjaganya.


"Mari kita jaga dan senantiasa memelihara sungai kita, karena hal itu menjadi tanggungjawab kita bersama," ungkapnya.


Menara Pandang berbentuk piramida itu merupakan proyek kolaborasi antara Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Banjarbaru dengan Program Kotaku Kementerian PUPR RI. Tujuannya untuk mempercantik wilayah yang dahulunya sempat dicap kumuh. (ris/al/ris)

Editor : Arief