Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Nah Loh..! Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin Ichwan Merajuk

Arief • Minggu, 10 Juni 2018 | 13:30 WIB
nah-loh-kepala-dinas-perhubungan-banjarmasin-ichwan-merajuk
nah-loh-kepala-dinas-perhubungan-banjarmasin-ichwan-merajuk

BANJARMASIN - Tanpa kawalan petugas Dinas Perhubungan, rekayasa satu arah Jalan Veteran terkesan ogah-ogahan. Banyak pengendara yang nekat menerobos. Papan pengumuman penutupan jalan dan peta rute alternatif pada banyak titik tak digubris warga.


Padahal, ini membahayakan keselamatan pengendara. Lantaran adanya proyek penyiringan kanal Veteran. Melihat dari sejumlah alat berat dan bahan material yang parkir di bahu jalan. Lalu, kemana para petugas ini?


Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik mengakui tak pernah mengerahkan anak buahnya ke sana. Alasannya, status jalan ini milik pemprov. Pemko enggan campur tangan. Terkecuali memang diminta.


"Betul, jalan ini berada di wilayah Banjarmasin. Tapi tak mengubah statusnya sebagai jalan provinsi. Kalau saya menurunkan personil, nanti salah lagi. Disebut merebut lahan pekerjaan orang," ujarnya.


Ichwan rupanya masih sakit hati. Awal tahun tadi, Dishub Banjarmasin hendak mengubah Jalan Veteran menjadi satu arah secara permanen. Dari pertigaan Pasar Kuripan sampai pertigaan Kampung Gedang.


Tujuannya, mengurai kemacetan parah yang setiap hari merundung Veteran. Ujicoba sudah digelar berkali-kali. Rencana itu pupus karena ditolak Dishub Kalsel. Ichwan pun mundur perlahan.


"Saya cukup tahu diri. Apalah daya, saya cuma Kadishub kota. Yang berada di bawah Kadishub provinsi. Kalau tak diminta, maaf, saya takkan membantu," imbuhnya.


Proyek siring sepanjang 300 meter itu didanai oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan II. Lewat APBN dengan nilai anggaran Rp9,4 miliar. Tujuan penyiringan, menambah daya tampung sungai. Untuk menghalau bahaya banjir di kawasan Banjarmasin Timur dan sebagian Banjarmasin Tengah.


Dengan segala atribut tersebut, bukankah proyek ini untuk warga kota juga? Apakah ego atau sentimen antar sentimen ini takkan merugikan orang banyak? Ichwan bergeming.


Padahal, Ichwan dan Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Rusdiansyah sudah kenal baik. Pada zaman wali kota sebelumnya, Ichwan menjabat Kepala Satpol PP dan Rusdiansyah menjabat Kepala Dinas Pendidikan.


"Orang bilang saya pendendam, padahal tidak, saya orangnya santai. Dishub provinsi juga punya banyak pasukan. Turunkan saja. Kami juga sedang banyak kerjaan," pungkasnya.


Pengubahan Jalan Veteran menjadi satu arah ini berlaku dari pertigaan Kampung Melayu sampai pertigaan Kampung Gedang. Yang boleh melintasinya hanya pengendara dari arah luar kota menuju dalam kota.


Sedangkan pengendara dari arah Jembatan Merdeka dan Siring Pierre Tendean, diarahkan ke Klenteng Soetji Nurani. Melewati Jalan Ahmad Yani atau Jalan AES Nasution. Dimulai sejak Senin tadi, tanpa penjagaan, praktis rekayasa berlangsung setengah-setengah.


Sebelumnya, Rusdiansyah sudah menekankan pentingnya bantuan pemko. Dengan catatan, satu arah hanya berlaku selama dua bulan. Tidak permanen. Sesuai dengan lama pengerjaan proyek.


"Proyek ini demi kepentingan pemko juga. Demi masyarakat. Lebih prinsip, satu arah untuk mengurangi risiko. Area proyek ini kan berbahaya bagi pengendara," ujarnya. (fud/at/nur)


 

Editor : Arief