32.1 C
Banjarmasin
Sunday, 5 February 2023

Kasus DBD di Banjarmasin Terus Meningkat

BANJARMASIN – Seorang murid di SDN Sungai Miai 7 Banjarmasin sering jatuh sakit. Akhirnya diketahui ternyata terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala SDN Sungai Miai 7 Banjarmasin, Cahyani Indah menjelaskan bahwa murid tersebut diputuskan dibawa ke rumah sakit. “Saat itu kami menunggu laporan dari rumah sakit. Setelah hasilnya keluar, dinyatakan terserang gigitan nyamuk Aedes Aegypti,” ucapnya, kemarin (24/1).

Pihak sekolah langsung melaporkan hal itu ke Puskesmas Kayutangi. Lantas ditindaklanjuti dengan melakukan fogging. Upaya pengasapan dilakukan jajaran puskesmas sebagai antisipasi untuk mencegah meluasnya kasus DBD.

Berdasarkan hasil pantauan Radar Banjarmasin, tiap sudut ruangan dan halaman sekolah tak luput dari upaya pengasapan. “Sebelum pengasapan dilakukan, kami juga sudah melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan bersama pihak Kelurahan Sungai Miai,” tambah Cahyani. “Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada temuan jentik-jentik nyamuk di lingkungan sekolah. Pengasapan yang dilakukan ini upaya menghindari adanya kasus lagi,” tekannya.

Baca Juga :  Waspada, Sudah Ada Dua Kasus Kematian Akibat DBD

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, M Ramadhan menerangkan sejak awal Januari, setidaknya sudah terdapat 18 kasus DBD. Bahkan, dua orang dinyatakan meninggal dunia. “Pertama, laporan (meninggal, red) dari Puskesmas Teluk Tiram. Kedua, laporan dari Puskesmas Sungai Jingah,” ungkapnya.
Angka 18 kasus ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada 9 Januari tadi, data Dinkes Banjarmasin menyebutkan ada sebanyak enam kasus DBD. Satu di antaranya tercatat sebagai kasus kematian akibat DBD.
Terkait upaya pencegahan, Ramadhan tak bosan mengimbau agar masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M plus. Pihaknya juga bakal melakukan berbagai upaya dengan melibatkan lintas sector untuk penyuluhan tentang DBD. “Lalu, pemberian serbuk abate dan pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa,” janjinya.
Ramadhan menekankan apabila ada warga yang memiliki gejala DBD agar sesegeranya dibawa ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. “Jika ternyata positif DBD, kami akan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan penyelidikan,” tuntasnya.(war/az/dye)

Baca Juga :  Sarang Nyamuk Ada di Tempat Tak Terduga, Update Data DBD di Banjarbaru jadi Harian

BANJARMASIN – Seorang murid di SDN Sungai Miai 7 Banjarmasin sering jatuh sakit. Akhirnya diketahui ternyata terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala SDN Sungai Miai 7 Banjarmasin, Cahyani Indah menjelaskan bahwa murid tersebut diputuskan dibawa ke rumah sakit. “Saat itu kami menunggu laporan dari rumah sakit. Setelah hasilnya keluar, dinyatakan terserang gigitan nyamuk Aedes Aegypti,” ucapnya, kemarin (24/1).

Pihak sekolah langsung melaporkan hal itu ke Puskesmas Kayutangi. Lantas ditindaklanjuti dengan melakukan fogging. Upaya pengasapan dilakukan jajaran puskesmas sebagai antisipasi untuk mencegah meluasnya kasus DBD.

Berdasarkan hasil pantauan Radar Banjarmasin, tiap sudut ruangan dan halaman sekolah tak luput dari upaya pengasapan. “Sebelum pengasapan dilakukan, kami juga sudah melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan bersama pihak Kelurahan Sungai Miai,” tambah Cahyani. “Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada temuan jentik-jentik nyamuk di lingkungan sekolah. Pengasapan yang dilakukan ini upaya menghindari adanya kasus lagi,” tekannya.

Baca Juga :  Sarang Nyamuk Ada di Tempat Tak Terduga, Update Data DBD di Banjarbaru jadi Harian

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, M Ramadhan menerangkan sejak awal Januari, setidaknya sudah terdapat 18 kasus DBD. Bahkan, dua orang dinyatakan meninggal dunia. “Pertama, laporan (meninggal, red) dari Puskesmas Teluk Tiram. Kedua, laporan dari Puskesmas Sungai Jingah,” ungkapnya.
Angka 18 kasus ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada 9 Januari tadi, data Dinkes Banjarmasin menyebutkan ada sebanyak enam kasus DBD. Satu di antaranya tercatat sebagai kasus kematian akibat DBD.
Terkait upaya pencegahan, Ramadhan tak bosan mengimbau agar masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M plus. Pihaknya juga bakal melakukan berbagai upaya dengan melibatkan lintas sector untuk penyuluhan tentang DBD. “Lalu, pemberian serbuk abate dan pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa,” janjinya.
Ramadhan menekankan apabila ada warga yang memiliki gejala DBD agar sesegeranya dibawa ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. “Jika ternyata positif DBD, kami akan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan penyelidikan,” tuntasnya.(war/az/dye)

Baca Juga :  Banjarbaru Dibayangi KLB Diare dan DBD, Sampai Maret Bulan Paling Rawan

Trending

Haul Guru Sekumpul

Dapatkan update terkini berita tentang Haul ke-18 Guru Sekumpul tahun 2023

Berita Terbaru