30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 5 February 2023

7 Tahun Lagi, Tempat Pembuangan Akhir Banjarbakula Penuh

BANJARBARU – Jumlah volume sampah di Kota Banjarbaru mencapai 135-140 ton tiap harinya. Dengan besarnya volume itu, tempat pembuangan akhir (TPA) di Banjarbaru diperkirakan hanya mampu menampung sampah beberapa tahun ke depan.

“Sampah itu nantinya dibuang ke dua TPA di Kota Banjarbaru. TPA Gunung Kupang sama TPA Regional Banjarbakula,” kata Sirajoni, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru, Selasa (24/1).

Berdasarkan MoU dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, ia katakan, sebanyak 70-80 ton sampah dibuang ke TPA Regional Banjarbakula. Sisanya, baru ke TPA Gunung Kupang milik Pemko Banjarbaru. “Sampah organik mendominasi produksi sebanyak 60 persen,” ujarnya.

Kendati ada pembagian, penambahan luas wilayah TPA ujar Sirajoni masih diperlukan. Tujuannya, agar TPA Gunung Kupang terus bisa menampung volume sampah.

Baca Juga :  Merdeka dari Sampah

“Waktu hari Minggu TPA Regional Banjarbakula libur. Jadi, semua sampah dibuang ke tempat kita (TPA Gunung Kupang, red),” katanya.

Setelah pembelian lahan seluas 4 hektare tahun 2020 lalu, DLH Banjarbaru berencana membeli kembali 3-4 hektare tanah memperluas TPA Gunung Kupang di tahun 2023 ini.
“Lahan TPA (Gunung Kupang, red) yang existing ada 14 hektare. Kalau ada penambahan lagi, sekitar 7-10 tahun daya tampung TPA masih aman,” sebutnya.

Pihaknya juga telah mengupayakan agar semua sampah tidak dibuang ke TPA. Karenanya, ada pusat daur ulang (PDU) di beberapa lokasi di Banjarbaru.

PDU sendiri dapat mengurangi puluhan ton sampah dalam sehari. “Lumayan, seperti PDU di Loktabat Utara sama Guntung Paikat,” sebutnya.

Baca Juga :  Volume Sampah Meningkat, DLH: Penyebabnya Gelar Hajatan Makanan Dibungkus

Sebagai informasi, inovasi dalam pengelolaan sampah terus dilakukan Pemko Banjarbaru. Seperti adanya mesin penghancur sampah organik dan anorganik.

Mesin itu berfungsi mendaur ulang sampah menjadi pupuk organik dan pupuk cair organik. Dan sampah anorganik menjadi plastik yang dapat dijual kembali.

TPS Liar Jadi Masalah

KEBERADAAN Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar di Banjarbaru menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru. DLH mengaku telah melakukan beberapa upaya dalam menangani TPS liar itu.

BANJARBARU – Jumlah volume sampah di Kota Banjarbaru mencapai 135-140 ton tiap harinya. Dengan besarnya volume itu, tempat pembuangan akhir (TPA) di Banjarbaru diperkirakan hanya mampu menampung sampah beberapa tahun ke depan.

“Sampah itu nantinya dibuang ke dua TPA di Kota Banjarbaru. TPA Gunung Kupang sama TPA Regional Banjarbakula,” kata Sirajoni, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru, Selasa (24/1).

Berdasarkan MoU dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, ia katakan, sebanyak 70-80 ton sampah dibuang ke TPA Regional Banjarbakula. Sisanya, baru ke TPA Gunung Kupang milik Pemko Banjarbaru. “Sampah organik mendominasi produksi sebanyak 60 persen,” ujarnya.

Kendati ada pembagian, penambahan luas wilayah TPA ujar Sirajoni masih diperlukan. Tujuannya, agar TPA Gunung Kupang terus bisa menampung volume sampah.

Baca Juga :  Volume Sampah Meningkat, DLH: Penyebabnya Gelar Hajatan Makanan Dibungkus

“Waktu hari Minggu TPA Regional Banjarbakula libur. Jadi, semua sampah dibuang ke tempat kita (TPA Gunung Kupang, red),” katanya.

Setelah pembelian lahan seluas 4 hektare tahun 2020 lalu, DLH Banjarbaru berencana membeli kembali 3-4 hektare tanah memperluas TPA Gunung Kupang di tahun 2023 ini.
“Lahan TPA (Gunung Kupang, red) yang existing ada 14 hektare. Kalau ada penambahan lagi, sekitar 7-10 tahun daya tampung TPA masih aman,” sebutnya.

Pihaknya juga telah mengupayakan agar semua sampah tidak dibuang ke TPA. Karenanya, ada pusat daur ulang (PDU) di beberapa lokasi di Banjarbaru.

PDU sendiri dapat mengurangi puluhan ton sampah dalam sehari. “Lumayan, seperti PDU di Loktabat Utara sama Guntung Paikat,” sebutnya.

Baca Juga :  Terbantu Pandemi, Ketika Banyak Orang Berdiam di Rumah

Sebagai informasi, inovasi dalam pengelolaan sampah terus dilakukan Pemko Banjarbaru. Seperti adanya mesin penghancur sampah organik dan anorganik.

Mesin itu berfungsi mendaur ulang sampah menjadi pupuk organik dan pupuk cair organik. Dan sampah anorganik menjadi plastik yang dapat dijual kembali.

TPS Liar Jadi Masalah

KEBERADAAN Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar di Banjarbaru menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru. DLH mengaku telah melakukan beberapa upaya dalam menangani TPS liar itu.

Trending

Haul Guru Sekumpul

Dapatkan update terkini berita tentang Haul ke-18 Guru Sekumpul tahun 2023

Berita Terbaru