30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 5 February 2023

100.000 B’babasah, Target Pertama Hilangkan Sampah di Kolong Rumah

BANJARMASIN – Sampah di kolong rumah jadi momok Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin. Tahun ini, pengentasannya dilakukan melalui program gerakan masyarakat bertajuk 100.000 B’babasah.

Akronim dari bawah barumahan barasih sampah alias Gerakan 100.000 Kolong Rumah Bebas Sampah. Program itu diluncurkan di Panggung Siring RE Martadinata, kemarin (24/1) siang.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyerahkan lima unit mobil jenis pikap sebagai penunjang program tersebut. Operasional pengangkut sampah untuk lima kecamatan di Banjarmasin. Pembelian mobil itu dianggarkan melalui APBD tahun 2022 tadi. “Ini juga dalam rangka melaksanakan Hari Peduli Sampah Nasional. Puncaknya pada 23 Februari mendatang,” ujar Ibnu, kemarin (24/1).

“Program ini kami harapkan bisa disukseskan. Supaya menambah semangat masyarakat yang tiap pekan selalu melaksanakan gerakan kebersihan,” tekannya.

Baca Juga :  Kelebihan Beban, 2 TPS Direlokasi

Ibnu juga mengharapkan upaya yang dilakukan tidak berjalan setengah-setengah. “Kita sering melihat bawah kolong rumah, khususnya di pinggir sungai itu sangat kotor. Dengan kolong rumah yang bersih dan sehat, kualitas air pun jadi sehat. Demikian pula dengan kehidupan warga,” ujarnya.

Menurutnya, nilai tambahnya itu mengurangi angka kesakitan. “Berkurangnya angka kesakitan artinya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” runutnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love mengaku optimis bahwa program yang diluncurkan bisa berjalan lancar. Dikerjakan oleh masyarakat, bersama pihak kecamatan, kelurahan dan perangkat lainnya. “Kami targetkan tahun ini 100.000 kolong rumah dahulu. Kami berharap program ini bisa jadi stimulus bagi masyarakat terkait penanganan sampah,” ucapnya.

Baca Juga :  Terbantu Pandemi, Ketika Banyak Orang Berdiam di Rumah

Alive juga menyebut adanya isu mikro plastik yang melanda sungai-sungai di Kota Banjarmasin. “Melalui gerakan ini, kita semua bisa menekan hal itu,” tambahnya.

Meski memiliki target, Alive mengharapkan agar program yang mulai dijalankan itu bisa terus berlanjut dari tahun ke tahun. “Tentunya melibatkan seluruh elemen di tengah masyarakat. Fokus sementara, kawasan permukiman di pinggir sungai,” ujarnya. “Bila sudah rampung, baru menyasar di permukiman pada umumnya alias bukan yang di pinggir sungai,” tuntasnya.(war/az/dye)

BANJARMASIN – Sampah di kolong rumah jadi momok Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin. Tahun ini, pengentasannya dilakukan melalui program gerakan masyarakat bertajuk 100.000 B’babasah.

Akronim dari bawah barumahan barasih sampah alias Gerakan 100.000 Kolong Rumah Bebas Sampah. Program itu diluncurkan di Panggung Siring RE Martadinata, kemarin (24/1) siang.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyerahkan lima unit mobil jenis pikap sebagai penunjang program tersebut. Operasional pengangkut sampah untuk lima kecamatan di Banjarmasin. Pembelian mobil itu dianggarkan melalui APBD tahun 2022 tadi. “Ini juga dalam rangka melaksanakan Hari Peduli Sampah Nasional. Puncaknya pada 23 Februari mendatang,” ujar Ibnu, kemarin (24/1).

“Program ini kami harapkan bisa disukseskan. Supaya menambah semangat masyarakat yang tiap pekan selalu melaksanakan gerakan kebersihan,” tekannya.

Baca Juga :  Enam Kelurahan ini Dapat Bantuan Kendaraan Pengangkut Sampah

Ibnu juga mengharapkan upaya yang dilakukan tidak berjalan setengah-setengah. “Kita sering melihat bawah kolong rumah, khususnya di pinggir sungai itu sangat kotor. Dengan kolong rumah yang bersih dan sehat, kualitas air pun jadi sehat. Demikian pula dengan kehidupan warga,” ujarnya.

Menurutnya, nilai tambahnya itu mengurangi angka kesakitan. “Berkurangnya angka kesakitan artinya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” runutnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love mengaku optimis bahwa program yang diluncurkan bisa berjalan lancar. Dikerjakan oleh masyarakat, bersama pihak kecamatan, kelurahan dan perangkat lainnya. “Kami targetkan tahun ini 100.000 kolong rumah dahulu. Kami berharap program ini bisa jadi stimulus bagi masyarakat terkait penanganan sampah,” ucapnya.

Baca Juga :  Kelebihan Beban, 2 TPS Direlokasi

Alive juga menyebut adanya isu mikro plastik yang melanda sungai-sungai di Kota Banjarmasin. “Melalui gerakan ini, kita semua bisa menekan hal itu,” tambahnya.

Meski memiliki target, Alive mengharapkan agar program yang mulai dijalankan itu bisa terus berlanjut dari tahun ke tahun. “Tentunya melibatkan seluruh elemen di tengah masyarakat. Fokus sementara, kawasan permukiman di pinggir sungai,” ujarnya. “Bila sudah rampung, baru menyasar di permukiman pada umumnya alias bukan yang di pinggir sungai,” tuntasnya.(war/az/dye)

Trending

Haul Guru Sekumpul

Dapatkan update terkini berita tentang Haul ke-18 Guru Sekumpul tahun 2023

Berita Terbaru