alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Saturday, 8 October 2022

Paman Birin Dorong Kesadaran umat dan ASN Berinfak, Bersedekah dan Berzakat

BANJARBARU – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar membuka secara resmi Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se Kalsel dengan tema Harmonisasi Pengelolaan Zakat, di Q Grand Daffam Hotel, Rabu (22/9) siang.

Melalui sambutan tertulisnya, Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mengampanyekan dan mendorong kesadaran umat termasuk para ASN untuk berinfak. Bersedekah dan berzakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi dan kabupaten/kota seKalsel.

“Harmonisasi dan penguatan dalam pengelolaan zakat ini memang penting,” ujarnya.

“Selain Rukun Islam dan tanda kesempurnaan keislaman seseorang, zakat juga memiliki dimensi dalam tatanan kehidupan sosial, pemberdayaan umat secara ekonomi, serta berpotensi untuk menanggulangi kemiskinan,” ungkap Paman Birin.

Dori-Tortadas-Fave-Hotel-Radar-Banjarmasin

Menurutnya, zakat mampu membangun rasa kebersamaan dan persaudaraan dalam kehidupan. Harta zakat menjadi dinamisator dalam mengharmoniskan hubungan sosial. Sehingga zakat menjadi harapan untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun, damai dan sejahtera.

Baca Juga :  Bidikan Jitu Gubernur dalam Paman Birin Archery Open DESDM Kalsel Competition

Terlebih potensi zakat, infak dan sedekah di Indonesia, termasuk di Kalsel sangat besar. Karena mayoritas penduduknya beragama Islam.

Adapun total potensi zakat yang diriset oleh Puskas Baznas pada 2020 mencapai Rp2,7 triliun.

“Potensi zakat secara nasional ini, menggambarkan betapa besarnya potensi zakat di masing-masing provinsi, apalagi bagi Kalsel yang mayoritas beragama Islam, dan dikenal sebagai daerah yang religius ditambah dengan kedermawanan masyarakatnya,” sebutnya.

Potensi zakat yang besar ini, harus diikuti dengan penguatan dan optimalisasi pengelolaan zakat. Baznas Kalsel digarapkan mempunyai strategi yang elegan dalam mengurus zakat. Sehingga Baznas bukan hanya lembaga pengumpul zakat tapi juga mampu menyalurkan secara tepat.

Selain itu, penggunaan zakat yang produktif bagi penerima zakat, terutama kelompok fakir dan miskin. Sehingga zakat bukan hanya kewajiban dan aktivitas kemanusiaan, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat miskin.

Baca Juga :  Siaga Inflasi, Kalsel Bakal Tempuh Langkah Strategis

Sehingga sistem zakat akan mampu memberikan alternatif solusi untuk mengentas kemiskinan.

“Baznas saya harapkan mampu berperan dalam pengelolaan zakat yang lebih professional,” pesan Paman Birin.

Dalam Rakorda Baznas Kalsel itu juga ditandatangani kerjasama pengelolaan zakat antara Baznas Kalsel dan Pemprov Kalsel serta pemerintah kabupaten kota di Kalsel.

Momen bersamaan juga dilakukan peluncuran gerobak berkah. Merupakan program pemberdayaan ekonomi umat melalui dana zakat infak dan sedekah.

Rakorda Baznas Kalsel itu berlangsung sejak 21 hingga 23 Sepetember 2022. Dihadiri Karo Organisasi Kemendagri RI Suprayitno, Pimpinan Baznas RI Saidah Sakwan, Komisi IV DPRD Kalsel, Ketua Baznas Kalsel H Irhamsyah Safari, perwakilan pemerintah kabupaten/ kota se Kalsel, serta Baznas se Kalsel. (tia)

BANJARBARU – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar membuka secara resmi Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se Kalsel dengan tema Harmonisasi Pengelolaan Zakat, di Q Grand Daffam Hotel, Rabu (22/9) siang.

Melalui sambutan tertulisnya, Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mengampanyekan dan mendorong kesadaran umat termasuk para ASN untuk berinfak. Bersedekah dan berzakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi dan kabupaten/kota seKalsel.

“Harmonisasi dan penguatan dalam pengelolaan zakat ini memang penting,” ujarnya.

“Selain Rukun Islam dan tanda kesempurnaan keislaman seseorang, zakat juga memiliki dimensi dalam tatanan kehidupan sosial, pemberdayaan umat secara ekonomi, serta berpotensi untuk menanggulangi kemiskinan,” ungkap Paman Birin.

Dori-Tortadas-Fave-Hotel-Radar-Banjarmasin

Menurutnya, zakat mampu membangun rasa kebersamaan dan persaudaraan dalam kehidupan. Harta zakat menjadi dinamisator dalam mengharmoniskan hubungan sosial. Sehingga zakat menjadi harapan untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun, damai dan sejahtera.

Baca Juga :  Biro Perekonomian Gagas Peraturan Gubernur Soal Subsidi Pangan

Terlebih potensi zakat, infak dan sedekah di Indonesia, termasuk di Kalsel sangat besar. Karena mayoritas penduduknya beragama Islam.

Adapun total potensi zakat yang diriset oleh Puskas Baznas pada 2020 mencapai Rp2,7 triliun.

“Potensi zakat secara nasional ini, menggambarkan betapa besarnya potensi zakat di masing-masing provinsi, apalagi bagi Kalsel yang mayoritas beragama Islam, dan dikenal sebagai daerah yang religius ditambah dengan kedermawanan masyarakatnya,” sebutnya.

Potensi zakat yang besar ini, harus diikuti dengan penguatan dan optimalisasi pengelolaan zakat. Baznas Kalsel digarapkan mempunyai strategi yang elegan dalam mengurus zakat. Sehingga Baznas bukan hanya lembaga pengumpul zakat tapi juga mampu menyalurkan secara tepat.

Selain itu, penggunaan zakat yang produktif bagi penerima zakat, terutama kelompok fakir dan miskin. Sehingga zakat bukan hanya kewajiban dan aktivitas kemanusiaan, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat miskin.

Baca Juga :  Ketua KPK Firli Bahuri Didampingi Paman Birin Buka Bimtek Anti Korupsi

Sehingga sistem zakat akan mampu memberikan alternatif solusi untuk mengentas kemiskinan.

“Baznas saya harapkan mampu berperan dalam pengelolaan zakat yang lebih professional,” pesan Paman Birin.

Dalam Rakorda Baznas Kalsel itu juga ditandatangani kerjasama pengelolaan zakat antara Baznas Kalsel dan Pemprov Kalsel serta pemerintah kabupaten kota di Kalsel.

Momen bersamaan juga dilakukan peluncuran gerobak berkah. Merupakan program pemberdayaan ekonomi umat melalui dana zakat infak dan sedekah.

Rakorda Baznas Kalsel itu berlangsung sejak 21 hingga 23 Sepetember 2022. Dihadiri Karo Organisasi Kemendagri RI Suprayitno, Pimpinan Baznas RI Saidah Sakwan, Komisi IV DPRD Kalsel, Ketua Baznas Kalsel H Irhamsyah Safari, perwakilan pemerintah kabupaten/ kota se Kalsel, serta Baznas se Kalsel. (tia)

Trending

Berita Terbaru

/