alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 7 October 2022

Isu Penghapusan Honorer 2023 Dibatalkan, Ini Kata Kepala BKPP

BANJARBARU – Isu hangat bergulir. Wacana penghapusan tenaga honorer di lingkup instansi pemerintah dikabarkan akan dianulir.

Meski masih isu liar, tapi kabar ini bak jadi angin segar bagi tenaga non ASN yang ada.

Kabar ini memang ramai tersiar beberapa waktu terakhir. Namun hingga kemarin (21/9), belum ada statement resmi dari Kemenpan RB ataupun BKN maupun pemerintah pusat.

Desas desus pembatalan ini dipicu lantaran banyak pemerintah daerah yang menolak kebijakan penghapusan honorer. Yang mana terbaru bahwa ada peluang beleid itu dibatalkan.

Dori-Tortadas-Fave-Hotel-Radar-Banjarmasin

Rumor ini disambut baik oleh Munawarah. Honorer di Pemko Banjarbaru ini berharap bahwa penghapusan honorer di tahun 2023 bisa dibatalkan.

Mengingat katanya bahwa wacana itu banyak dapat penolakan.

“Tadi ada lihat di berita kalau ada potensi dibatalkan penghapusannya. Ya senang sekali kalau itu benar terealisasi,” katanya yang sudah bekerja 6 tahun ini.

Disambung Muna, rencana penghapusan honorer memang sangat mencambuk hatinya. Terlebih, ia agak pesimistis bisa lolos di jalur PPPK karena harus bersaing dengan banyak orang.

Baca Juga :  Sudah Masuk Musim Razia, Tujuh Pelanggaran ini Jadi Prioritas Penindakan

“Kalau mau jujur, saya berharap tidak jadi saja, Alhamdulillah walau tidak begitu banyak, jadi honorer ini saya bisa menafkahi keluarga,” curhatnya.

Senada, Supiandi salah satu honorer di lingkup Pemko Banjarbaru juga berharap banyak dari rumor ini. Menurutnya, dibatalkannya penghapusan ini ibarat doa-doa mereka yang terkabul.

“Emang ramai ini jadi pembicaraan di kalangan honorer bahwa akan dibatalkan. Ya kami berharap semoga dibatalkan saja, biar tidak rumit dan bisa menjalani apa adanya lagi,” katanya.

Supiandi mengatakan jika pihaknya memang sudah mengisi pendataan tenaga non ASN lewat laman yang diminta oleh pemerintah pusat. “Sudah, tapi tidak tahu apakah itu jaminan lolos PPPK atau tidak.”

Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Banjarbaru, Gustafa Yandi ketika dikonfirmasi belum mendengar kabar atau rumor pembatalan tersebut.

Baca Juga :  Berkah MTQ Nasional XXIX, Semua Kamar Hotel Sudah Penuh Dipesan

“Kita secara resminya belum menerima, belum mendengar juga pernyataan dari pusat. Jadi sejauh ini belum tahu soal itu,” jawabnya seraya menunggu kepastian resmi pemerintah.

Lantaran masih rumor yang belum bersumber resmi, saat ini sikap BKPP kata Yandi masih mengacu pada kebijakan lama. Yakni adanya wacana penghapusan tenaga honorer di tahun 2023 mendatang.

“Masih dengan kebijakan yang terakhir. Saat ini kami masih melakukan pendataan (tenaga honorer) menggunakan aplikasi dari BKN sampai dengan 30 September 2022,” katanya.

Adapun, progres tersebut ujar Yandi sudah nyaris 100 persen. Sehingga ia masih optimistis hingga batas waktu pengisian di akhir bulan, seluruh tenaga non ASN di lingkup Pemko Banjarbaru bisa terakomodir.

“Sudah 97 persen. Jadi memang ada sedikit kendala semisal data dukungnya, ini kita temui seperti slip gaji atau tanda terima gaji,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Isu hangat bergulir. Wacana penghapusan tenaga honorer di lingkup instansi pemerintah dikabarkan akan dianulir.

Meski masih isu liar, tapi kabar ini bak jadi angin segar bagi tenaga non ASN yang ada.

Kabar ini memang ramai tersiar beberapa waktu terakhir. Namun hingga kemarin (21/9), belum ada statement resmi dari Kemenpan RB ataupun BKN maupun pemerintah pusat.

Desas desus pembatalan ini dipicu lantaran banyak pemerintah daerah yang menolak kebijakan penghapusan honorer. Yang mana terbaru bahwa ada peluang beleid itu dibatalkan.

Dori-Tortadas-Fave-Hotel-Radar-Banjarmasin

Rumor ini disambut baik oleh Munawarah. Honorer di Pemko Banjarbaru ini berharap bahwa penghapusan honorer di tahun 2023 bisa dibatalkan.

Mengingat katanya bahwa wacana itu banyak dapat penolakan.

“Tadi ada lihat di berita kalau ada potensi dibatalkan penghapusannya. Ya senang sekali kalau itu benar terealisasi,” katanya yang sudah bekerja 6 tahun ini.

Disambung Muna, rencana penghapusan honorer memang sangat mencambuk hatinya. Terlebih, ia agak pesimistis bisa lolos di jalur PPPK karena harus bersaing dengan banyak orang.

Baca Juga :  Pembangunan Jalur Rel Kereta Api di Kalsel Kemungkinan Berubah

“Kalau mau jujur, saya berharap tidak jadi saja, Alhamdulillah walau tidak begitu banyak, jadi honorer ini saya bisa menafkahi keluarga,” curhatnya.

Senada, Supiandi salah satu honorer di lingkup Pemko Banjarbaru juga berharap banyak dari rumor ini. Menurutnya, dibatalkannya penghapusan ini ibarat doa-doa mereka yang terkabul.

“Emang ramai ini jadi pembicaraan di kalangan honorer bahwa akan dibatalkan. Ya kami berharap semoga dibatalkan saja, biar tidak rumit dan bisa menjalani apa adanya lagi,” katanya.

Supiandi mengatakan jika pihaknya memang sudah mengisi pendataan tenaga non ASN lewat laman yang diminta oleh pemerintah pusat. “Sudah, tapi tidak tahu apakah itu jaminan lolos PPPK atau tidak.”

Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Banjarbaru, Gustafa Yandi ketika dikonfirmasi belum mendengar kabar atau rumor pembatalan tersebut.

Baca Juga :  Jemaah Umrah Kalsel yang Telantar di Jakarta Mulai Kesulitan Makanan

“Kita secara resminya belum menerima, belum mendengar juga pernyataan dari pusat. Jadi sejauh ini belum tahu soal itu,” jawabnya seraya menunggu kepastian resmi pemerintah.

Lantaran masih rumor yang belum bersumber resmi, saat ini sikap BKPP kata Yandi masih mengacu pada kebijakan lama. Yakni adanya wacana penghapusan tenaga honorer di tahun 2023 mendatang.

“Masih dengan kebijakan yang terakhir. Saat ini kami masih melakukan pendataan (tenaga honorer) menggunakan aplikasi dari BKN sampai dengan 30 September 2022,” katanya.

Adapun, progres tersebut ujar Yandi sudah nyaris 100 persen. Sehingga ia masih optimistis hingga batas waktu pengisian di akhir bulan, seluruh tenaga non ASN di lingkup Pemko Banjarbaru bisa terakomodir.

“Sudah 97 persen. Jadi memang ada sedikit kendala semisal data dukungnya, ini kita temui seperti slip gaji atau tanda terima gaji,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

Trending

Berita Terbaru

/