alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Jumat, 21 Januari 2022

9 Guru Honorer “Tercecer”, Mereka Mengeluh ke Gedung Dewan

BANJARMASIN – Seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021 akan memasuki tahap ketiga. Namun, masih ada keluhan dari guru honorer kategori dua (K2) di Kota Banjarmasin.

Dari 79 guru honorer, sembilan orang tak bisa mengikuti seleksi. Penyebabnya, tidak ada formasi untuk guru Bahasa Inggris.

Wakil Ketua Aliansi Honorer Nasional (AHN) Banjarmasin, Maulina heran, karena ada honorer daerah yang memegang ijazah pendidikan Bahasa Inggris justru bisa mengikuti seleksi PPPK.

“Sementara sembilan honorer K2 ini sama sekali tidak bisa mengikuti seleksi tahap pertama dan kedua,” ujarnya kemarin (13/1).

Maka ia bersama rekan-rekannya berjuang untuk mendapatkan keadilan.

Apalagi kesempatan PPPK itu dibuka untuk semua honorer di sekolah negeri maupun swasta.

Baca Juga :  Kurang Siswa, 2 Sekolah di HST Akan Ditutup

Maulina masih berharap, janji pemerintah kepada honorer K2 akan ditepati. Bahwa kesempatan akan diberikan sama, tanpa membeda-bedakan latar belakang jurusan pengajar.

Keluhan ini disampaikan kepada Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, M Yamin.

Yamin menyatakan, keluhan sudah disampaikan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN). “DPRD bersama BKD (Badan Kepegawaian Daerah) dan Dinas Pendidikan Banjarmasin sudah menyampaikannya ke pusat,” ujarnya.

Namun, politikus Partai Gerindra itu menyayangkan, mengapa keluhan ini baru disampaikan sekarang. Mengingat waktu seleksi semakin mepet.

Apalagi BKN menyampaikan, penentuan formasi guru sebenarnya diserahkan ke pemda. “Waktu kami ke sana, sudah ditanyakan. Penjelasannya, penentunya ada di sini,” bebernya.

Alhasil, DPRD lebih memilih membawa aspirasi itu ke Kemenpan-RB. Dia berharap akan ada solusi. “Apakah formasi guru Bahasa Inggris ini bisa ditambahkan. Atau ada jalan keluar lain,” tutupnya. (gmp/at/fud)

Baca Juga :  Belajar Daring Tak Efektif, Ibnu SIna Beri Lampu Hijau untuk PTM Penuh

BANJARMASIN – Seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021 akan memasuki tahap ketiga. Namun, masih ada keluhan dari guru honorer kategori dua (K2) di Kota Banjarmasin.

Dari 79 guru honorer, sembilan orang tak bisa mengikuti seleksi. Penyebabnya, tidak ada formasi untuk guru Bahasa Inggris.

Wakil Ketua Aliansi Honorer Nasional (AHN) Banjarmasin, Maulina heran, karena ada honorer daerah yang memegang ijazah pendidikan Bahasa Inggris justru bisa mengikuti seleksi PPPK.

“Sementara sembilan honorer K2 ini sama sekali tidak bisa mengikuti seleksi tahap pertama dan kedua,” ujarnya kemarin (13/1).

Maka ia bersama rekan-rekannya berjuang untuk mendapatkan keadilan.

Apalagi kesempatan PPPK itu dibuka untuk semua honorer di sekolah negeri maupun swasta.

Baca Juga :  Pandemi, Kemampuan Siswa Menurun

Maulina masih berharap, janji pemerintah kepada honorer K2 akan ditepati. Bahwa kesempatan akan diberikan sama, tanpa membeda-bedakan latar belakang jurusan pengajar.

Keluhan ini disampaikan kepada Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, M Yamin.

Yamin menyatakan, keluhan sudah disampaikan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN). “DPRD bersama BKD (Badan Kepegawaian Daerah) dan Dinas Pendidikan Banjarmasin sudah menyampaikannya ke pusat,” ujarnya.

Namun, politikus Partai Gerindra itu menyayangkan, mengapa keluhan ini baru disampaikan sekarang. Mengingat waktu seleksi semakin mepet.

Apalagi BKN menyampaikan, penentuan formasi guru sebenarnya diserahkan ke pemda. “Waktu kami ke sana, sudah ditanyakan. Penjelasannya, penentunya ada di sini,” bebernya.

Alhasil, DPRD lebih memilih membawa aspirasi itu ke Kemenpan-RB. Dia berharap akan ada solusi. “Apakah formasi guru Bahasa Inggris ini bisa ditambahkan. Atau ada jalan keluar lain,” tutupnya. (gmp/at/fud)

Baca Juga :  Guru Agama Diminta Mengembalikan Bantuan Subsidi Upah, Bagaimana di Kalsel?

Most Read

Artikel Terbaru