alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Jumat, 21 Januari 2022

Molor, Kontraktor Bekerja di Atas Denda

PARINGIN – Pengerjaan siring penahan tanah halaman Gedung Budaya Garuda Maharam Balangan yang seyogianya sudah habis masa kontrak, hingga saat ini belum juga selesai.

Atas dasar itu, kontraktor pun harus bekerja di atas denda sebesar Rp1,2 juta yang setiap harinya harus dipenuhi sampai pengerjaan siring selesai. Waktu yang diberikan sendiri selama 30 hari.

Pengawas Lapangan Pelaksana Kegiatan, M Rezky saat ditemui di lapangan mengungkapkan, saat ini progres pembangunan siring penahan tanah ini baru sekitar 92 persen. Sisa pengerjaan yang harus dilakukan yaitu pengurukan dan pemasangan tali sling.

Dikatakannya, ada beberapa kendala yang dialami kontraktor dalam pengerjaan proyek ini, sehingga tidak bisa diselesaikan dalam kurun waktu yang sudah ditentukan.

Baca Juga :  Menanti Perbaikan Titian Pulau Bromo, Tahun ini Mungkin Luput Lagi

“Kendala yang dihadapi seperti cuaca yang menghambat kami untuk memasukkan alat berat ke lokasi. Saat mau memasukkan alat berat dan mengecor siring, malam harinya turun hujan. Sehingga kegiatan tidak bisa dilakukan,” terangnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Balangan, Riswandi menuturkan, waktu pengerjaan proyek ini berlangsung sejak Juli hingga November 2021.

Karena kendala alam yang dihadapi pekerja, pihaknya pun sebenarnya sudah memberikan kompensasi tambahan waktu kepada kontraktor, terhitung 1 Desember hingga 28 Desember 2021.

Terlebih, kata dia, saat diteliti oleh pihaknya, ternyata ada perubahan terhadap konstruksi bangunan dari perencanaan yang ada. Pihaknya menilai, apa yang dikerjakan kontraktor tidak menjamin untuk kekuatan konstruksi.

Baca Juga :  SEMOGA TERSINDIR..!! Warga Tutup Sendiri dengan Ongkos Patungan

Dari sana kemudian dilakukan tambahan pondasi menggunakan sistem bor pile, dan ada tambahan item baru. “Hal ini juga yang menjadi pertimbangan kami untuk memberikan perpanjangan waktu dengan kompensasi yang ditetapkan,” ungkapnya.

Namun, hingga batas kompensasi waktu habis, pekerjaan tak juga kunjung selesai. Diungkapkan Riswandi, pihak ketiga dianggap lalai dalam progres pengerjaan proyek, ditambah lagi para tukang yang terlalu sering berganti dan berpengaruh terhadap pelaksanaan pekerjaan.

“Sekarang kontraktor melaksanakan pengerjaan di atas denda selama 30 hari. Kontraktor juga sudah berkomitmen untuk menyelesaikan proyek,” ucap Riswandi.

Segala kerusakan yang terjadi di halaman Gedung Budaya dampak dari pengerjaan juga sepenuhnya akan dipertanggungjawabkan oleh kontraktor. (why)

PARINGIN – Pengerjaan siring penahan tanah halaman Gedung Budaya Garuda Maharam Balangan yang seyogianya sudah habis masa kontrak, hingga saat ini belum juga selesai.

Atas dasar itu, kontraktor pun harus bekerja di atas denda sebesar Rp1,2 juta yang setiap harinya harus dipenuhi sampai pengerjaan siring selesai. Waktu yang diberikan sendiri selama 30 hari.

Pengawas Lapangan Pelaksana Kegiatan, M Rezky saat ditemui di lapangan mengungkapkan, saat ini progres pembangunan siring penahan tanah ini baru sekitar 92 persen. Sisa pengerjaan yang harus dilakukan yaitu pengurukan dan pemasangan tali sling.

Dikatakannya, ada beberapa kendala yang dialami kontraktor dalam pengerjaan proyek ini, sehingga tidak bisa diselesaikan dalam kurun waktu yang sudah ditentukan.

Baca Juga :  Jalan Liang Anggang- Bati-Bati Masih Penuh Lumpur

“Kendala yang dihadapi seperti cuaca yang menghambat kami untuk memasukkan alat berat ke lokasi. Saat mau memasukkan alat berat dan mengecor siring, malam harinya turun hujan. Sehingga kegiatan tidak bisa dilakukan,” terangnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Balangan, Riswandi menuturkan, waktu pengerjaan proyek ini berlangsung sejak Juli hingga November 2021.

Karena kendala alam yang dihadapi pekerja, pihaknya pun sebenarnya sudah memberikan kompensasi tambahan waktu kepada kontraktor, terhitung 1 Desember hingga 28 Desember 2021.

Terlebih, kata dia, saat diteliti oleh pihaknya, ternyata ada perubahan terhadap konstruksi bangunan dari perencanaan yang ada. Pihaknya menilai, apa yang dikerjakan kontraktor tidak menjamin untuk kekuatan konstruksi.

Baca Juga :  SEMOGA TERSINDIR..!! Warga Tutup Sendiri dengan Ongkos Patungan

Dari sana kemudian dilakukan tambahan pondasi menggunakan sistem bor pile, dan ada tambahan item baru. “Hal ini juga yang menjadi pertimbangan kami untuk memberikan perpanjangan waktu dengan kompensasi yang ditetapkan,” ungkapnya.

Namun, hingga batas kompensasi waktu habis, pekerjaan tak juga kunjung selesai. Diungkapkan Riswandi, pihak ketiga dianggap lalai dalam progres pengerjaan proyek, ditambah lagi para tukang yang terlalu sering berganti dan berpengaruh terhadap pelaksanaan pekerjaan.

“Sekarang kontraktor melaksanakan pengerjaan di atas denda selama 30 hari. Kontraktor juga sudah berkomitmen untuk menyelesaikan proyek,” ucap Riswandi.

Segala kerusakan yang terjadi di halaman Gedung Budaya dampak dari pengerjaan juga sepenuhnya akan dipertanggungjawabkan oleh kontraktor. (why)

Most Read

Artikel Terbaru