Ayam Tingarun: Masakan Khas Sungai Anyar Tabalong, Tidak Dijual di Warung-Warung

Ibnu Dwi Wahyudi • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 09:02 WIB
AYAM TINGARUN : Masakan khas Desa Sungai Anyar, yang nikmat dimakan siang hari.  (Foto : Ibnu Dwi Wahyudi/Radar Banjarmasin)
AYAM TINGARUN : Masakan khas Desa Sungai Anyar, yang nikmat dimakan siang hari.  (Foto : Ibnu Dwi Wahyudi/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TAHULAH Pian. Desa Sungai Anyar Kecamatan Benua Lawas Kabupaten Tabalong ternyata memiliki masakan khas yang sangat enak dinikmati. Namanya Ayam Tingarun. Masakan ini tidak tahu kisah awalnya seperti apa. Namun, bagi masyarakat setempat sudah sangat lama ada, sehingga sejarahnya silam tidak diketahui.

Anehnya, Ayam Tingarun tidak bisa kita dapati di rumah makan, karena hanya ada di acara-acara besar, itu pun di sekitar Kecamatan Benua Lawas. "Biasanya ada waktu acara maulid atau resepsi perkawinan. Tidak ada dijual di warung-warung," kata Masriah, warga setempat.

Ia tidak tahu mengapa tidak ada yang menjual masakan khas ini. Bahkan, dia memastikan di luar wilayah Kecamatan Benua Lawas sendiri tidak ada.

Norma, warga lainnya juga mengatakan hal sama. "Banyak orang tidak tahu masakan khas orang Banjar asli Sungai Anyar, Benua Lawas ini," tuturnya.

Kalaupun ada warga luar daerah menyajikan, mereka memesan langsung ke warga di Benua Lawas. Tidak membuat sendiri. Bagaimana cara membuatnya? Norma membocorkan, awalnya ayam direndam santan hingga meresap beberapa waktu.

Kemudian siapkan bumbu campuran bawang merah, bawang putih, gula merah dan kecap sebagai olesan ke ayam rendaman untuk dibakar hingga matang. Ayam yang bakaran tersebut lalu disajikan dengan kuah santan kelapa hasil tiga kali perasan ampas kepala menggunakan air yang sudah direbus. Santan itu sebelumnya diberi bumbu garam, picin, bawang merah dan terasi. "Kuah santan tidak dimasak. Kalau dimasak menimbulkan lemak," ujarnya.

Masriah dan Norma sudah biasa menerima pesanan Ayam Tingarun di bulan Maulid atau saat musim perkawinan di desanya. "Biasanya Ayam Tingarun ini disajikan bersama lalapan daun singkong, terong dan sambal," bebernya.

Rasa ayam tingarun sendiri sangat nikmat dimakan di siang hari bersama nasi. Air kuah santannya terasa segar ketika dihirup, dan ayamnya juga empuk karena lama terendam. (ibn/mof)

Editor : Arief M
Tabalong khas banjar Kuliner