RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TAHULAH Pian. Setiap pengendara yang melintas di Jalan Bihman Villa, Amuntai Tengah, mungkin hanya melihat papan nama jalan tanpa mengetahui kisah panjang di baliknya.
Padahal, nama tersebut bukan sekadar penunjuk arah, melainkan jejak sejarah seorang putra Kalimantan yang pernah berjuang di medan gerilya, memimpin daerah, hingga duduk sebagai wakil rakyat.
Jalan Bihman Villa membentang sepanjang 560 meter dari Kelurahan Antas hingga Desa Karias, Kecamatan Amuntai Tengah. Di sepanjang jalur padat ini berdiri sejumlah sekolah, perkantoran, dan lembaga pemerintahan, termasuk Depo Arsip Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Dinas Satpol PP dan Damkar, serta perguruan tinggi swasta.
Kapten Bihman Villa, lahir pada 23 Maret 1923, tercatat sebagai prajurit Divisi IV Lambung Mangkurat di bawah komando Brigjen Hasan Basry. Ia ikut serta dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui gerilya di Kalimantan. Pangkat terakhirnya adalah kapten, sebuah tanda pengabdian militer yang kemudian ia lanjutkan di jalur pemerintahan.
Usai masa perjuangan bersenjata, Bihman Villa dipercaya memimpin Kabupaten HSU sebagai bupati selama dua periode. (1960–1965 dan 1974–1976). Di sela masa kepemimpinannya, ia juga duduk sebagai anggota DPR RI periode 1971–1974.
Wakil Bupati HSU, Hero Setiawan menilai sosok Bihman Villa sebagai teladan generasi penerus. “Beliau adalah pejuang yang kemudian melanjutkan pengabdian melalui pemerintahan dan legislatif. Ini menjadi teladan bagi kita semua,” ujarnya, Senin (24/8).
Menurutnya, pengabadian nama tokoh perjuangan sebagai nama jalan bukan sekadar penamaan tempat, melainkan cara memperkenalkan kembali sejarah kepada masyarakat, terutama generasi muda yang mungkin belum mengenal kiprah tokoh daerah.
Hal senada disampaikan warga Amuntai, Iksan, yang menilai penamaan jalan atas nama pejuang penting sebagai penanda sejarah. “Minimal menjadi pengingat agar masyarakat tahu siapa beliau. Generasi muda juga bisa mengenal perjuangannya,” katanya.
Bagi keluarga, nama Jalan Bihman Villa memiliki makna mendalam. Emma Rivilla, cucu Bihman Villa, mengaku bangga atas penghargaan tersebut. “Saya tentu merasa senang dan bangga nama kakek diabadikan menjadi nama jalan. Bagi keluarga, ini merupakan bentuk penghargaan yang sangat berarti,” ujarnya.
Emma berharap nama jalan itu tidak berhenti sebagai penunjuk arah, melainkan menjadi pintu bagi masyarakat untuk mengenal sosok dan perjuangan sang kakek. “Semoga generasi muda bisa mengenal perjuangan beliau dan mengambil nilai-nilai positif dari perjalanan hidupnya,” tambahnya. (mar/mof)
Editor : Arief M