RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TAHULAH Pian. Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Tabalong, yang kini berdiri megah di Jalan Penghulu Rasyid, ternyata memiliki perjalanan panjang sebelum resmi menjadi sekolah negeri.
Sejarahnya berawal dari sebuah sekolah swasta sederhana di pinggiran Sungai Tabalong, tepat di belakang SMPN 1 Tanjung, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Tanjung.
Sekolah ini didirikan oleh tokoh masyarakat setempat karena tingginya minat anak-anak untuk melanjutkan pendidikan. "Pendaftar pertama ada sebanyak 80 siswa," kata Kepala MTsN 4 Tabalong, Muhammad Yusuf.
Namun, seiring bertambahnya murid, bangunan sederhana di tepi sungai tidak lagi mampu menampung kegiatan belajar mengajar. Melihat kebutuhan yang mendesak, tokoh masyarakat mengambil kebijakan memindahkan sekolah ke lokasi baru.
Kebetulan tersedia sebidang tanah di Jalan Penghulu Rasyid yang kemudian dibeli dan dijadikan bangunan pengganti. Di lokasi ini, sekolah diberi nama Sekolah Menengah Islam Pertama (SMIP) dengan empat ruang kelas yang lebih representatif.
Tahun 1968 menjadi tonggak penting ketika pemerintah secara resmi menegerikan sekolah tersebut dengan nama Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Tanjung. Perjalanan panjang kemudian berlanjut hingga tahun 2016, saat nama sekolah berubah menjadi MTsN 4 Tabalong. "Tepatnya tahun 1968 sekolah ini secara resmi dinegerikan pemerintah menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Tanjung," terangnya.
Yusuf menjelaskan bahwa penamaan ini mengikuti urutan generasi madrasah negeri di Tabalong: MTsN 1 di Sungai Durian, MTsN 2 di Ampukung, MTsN 3 di Jalan Baco, dan MTsN 4 di Tanjung.
Meski menjadi generasi keempat, MTsN 4 Tabalong berkembang pesat dan menjadi salah satu sekolah favorit di daerah. Jumlah siswa terus meningkat. Dari sebanyak 965 murid pada 2023, terus bertambah menjadi 973 murid pada 2024, 1.034 murid pada 2025, dan 1.081 murid pada 2026.
Sekolah ini terus memperluas fasilitasnya. Kini, lahan sekolah mencapai 5.340 meter persegi atau lebih dari 1,5 hektare. "Jumlah tenaga pendidik dan kependidikan sebanyak 80 orang," katanya. (ibn/mof)
Editor : Arief