Sejarah Desa Muara Jaya, Dari Kejayaan Atlet Sepak Bola

M Dirga • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 10:21 WIB
KANTOR ADMINISTRASI: Kantor Desa Muara Jaya menjadi pusat administrasi bagi masyarakat setempat.
KANTOR ADMINISTRASI: Kantor Desa Muara Jaya menjadi pusat administrasi bagi masyarakat setempat.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TAHULAH Pian. Sejarah penamaan sebuah wilayah sering kali menyimpan cerita unik yang tidak terduga. Salah satunya adalah Desa Muara Jaya di Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan. Nama desanya lahir dari jejak prestasi olahraga warganya pada zaman dahulu.

Desa agraris dengan luas wilayah sekitar tiga kilometer persegi ini secara administratif mulai berdiri sendiri pada tahun 1968 setelah mekar dari Desa Pematang. Saat ini, wilayah yang dihuni oleh mayoritas warga dengan mata pencaharian sebagai petani dan pekebun tersebut, terbagi menjadi empat rukun tetangga.

Letaknya cukup strategis karena berbatasan langsung dengan sejumlah desa lain, seperti Pulantan di utara, Pematang di selatan, hingga Mirah di sebelah barat.

Jika mendengar kata muara, kebanyakan orang mungkin akan langsung membayangkan sebuah titik pertemuan aliran sungai atau ujung persimpangan jalan. Namun, makna sesungguhnya dari nama desa ini ternyata meleset dari perkiraan tersebut.

Pamong Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan, Halianur menjelaskan bahwa kata muara pada nama desa ini sama sekali tidak merujuk pada kondisi alam sungai seperti pemahaman pada umumnya.

Sebutan tersebut murni merujuk pada nama sebuah lokasi titik kumpul spesifik yang dulu sudah sangat akrab di telinga masyarakat setempat.

Lantas, dari mana datangnya kata jaya? Halianur mengungkap, bahwa penambahan kata tersebut sengaja disematkan untuk mengenang masa keemasan para pemuda desa di lapangan hijau.

Pada masa lampau, kawasan ini sangat terkenal dan disegani karena sering melahirkan banyak atlet sepak bola yang hebat dan tak tertandingi. "Kata jaya itu diambil untuk mengenang masa kejayaan para pemain sepak bola dari desa ini. Gabungan dari nama lokasi muara dan masa keemasan atlet lokal inilah yang akhirnya secara perlahan melekat dan disepakati menjadi identitas Desa Muara Jaya," ujar Halianur.

Semangat kejayaan masa lalu itu tampaknya tidak hanya tertinggal pada urusan olahraga. Namun, merembet pada usaha warga mempertahankan tradisi dan menggerakkan ekonomi desa. Hingga kini, warga setempat masih gigih melestarikan kesenian lokal seperti bela diri kuntau dan tari tradisional.

Selain itu, kemandirian warga juga terlihat dari bergeraknya roda usaha kecil menengah. Salah satu produk kebanggaan yang menjadi ciri khas warga Muara Jaya saat ini adalah racikan minuman sepang, yakni minuman kesehatan yang diolah dari perpaduan jahe dan kulit kayu sepang. (mud/mof)

Editor : Arief
asal usul Balangan Desa Sejarah