RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TAHULAH Pian. Jika selama ini mendengar nama Desa Pantai Hambawang berada di kawasan Pantai Hambawang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Padahal, desa itu juga ada berada di Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala.
Lantas, adakah kaitannya dengan wilayah Hambawang di Kabupaten Hulu Sungai Tengah? Kepala Desa Pantai Hambawang, Mahdiyanoor, mengungkapkan bahwa desa yang dipimpinnya ini, terbentuk pada 1972 setelah dimekarkan dari Desa Puntik.
Menurutnya, nama Pantai Hambawang memiliki sejarah tersendiri yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. "Dulu, nama desa ini diambil dari Handil Pantai Hambawang 1 dan Handil Pantai Hambawang 2 karena banyak terdapat pohon hambawang,” terangnya.
Sedangkan kata pantai berasal dari kebiasaan masyarakat yang melihat sungai surut sehingga bentuknya menyerupai pantai. Akhirnya, wilayah ini dinamai Pantai Hambawang," tambahnya.
Ia menuturkan, penduduk desa berasal dari berbagai daerah, seperti Banjarmasin, Hulu Sungai, seperti Amuntai, Kandangan, Rantau, Kalua, Barabai. Selain itu dari Martapura. Sebagian besar warga bekerja sebagai petani, tukang, dan pekerja serabutan.
"Jumlah penduduk sekitar 700 jiwa dengan 250 kepala keluarga. Luas wilayahnya sekitar 11 kilometer persegi dan sebagian besar kawasan masih berupa hutan galam sekitar 30 hektar," sebutnya.
Meski menyandang nama Hambawang, Mahdiyanoor mengaku saat ini pohon hambawang justru sudah sangat jarang ditemukan di wilayah tersebut. Diungkapnya, di daerah ini tidak ada hasil pertanian yang menjadi ciri khas.
“Buah hambawang juga hampir tidak ada lagi. Desa ini juga menjadi langganan banjir saat musim hujan dan kebakaran lahan ketika musim kemarau seperti sekarang ini. Mayoritas warga bekerja sebagai petani, tukang, dan pekerja serabutan," pungkasnya (lan/mof).
Editor : Arief