RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TAHULAH Pian. Nama Desa Lok Bangkai di Kabupaten Hulu Sungai Utara menyimpan kisah heroik sekaligus memilukan dari masa perjuangan rakyat melawan penjajah Belanda pada pertengahan abad ke-19.
Nama ini bukan sekadar sebutan, melainkan bukti sejarah yang masih terjaga hingga kini. Pemerhati Sejarah Hulu Sungai Utara yang juga menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan HSU, Karyanadi, menjelaskan bahwa nama Lok Bangkai berasal dari kata lu uk yang berarti lubuk atau tempat berkumpul.
Lokasi ini dulunya menjadi tempat tertimbunnya jenazah para pejuang yang gugur saat mempertahankan daerah ini dari serangan Belanda. "Peristiwa ini terjadi saat Pahlawan Jalil atau yang dikenal dengan nama Adipati Anom Dinding Raja memimpin perlawanan mempertahankan Kota Amuntai,” paparnya Senin (27/7).
Saat itu, pertempuran sengit terjadi di wilayah sebelah timur kota, tepatnya di Teluk Sulasih, saat ini Tanah Habang berada di Kabupaten Balangan. Bahkan nama Tanah Habang pun memiliki makna tersendiri.
Kata itu diambil dari kondisi tanah yang berwarna merah kemerahan, konon karena terkena siraman darah yang mengalir deras akibat pertempuran hebat tersebut.
Setelah pertempuran usai, jenazah para pejuang yang gugur terbawa arus Sungai Balangan dan berkumpul di sebuah lubuk yang berjarak sekitar dua kilometer di sebelah timur Kota Amuntai. Tempat inilah yang kemudian dinamakan Lok Bangkai.
Tak jauh dari lokasi itu, terdapat pula nama Desa Patarikan. Karyanadi menjelaskan, nama itu diambil dari peristiwa saat jenazah para pejuang ditarik ke darat untuk dimakamkan secara bersama-sama.
Kepala Desa Lok Bangkai, Abdul Basit mengaku bangga dengan sejarah yang melekat di wilayahnya. Ia berharap kisah ini tidak hanya menjadi legenda yang berkembang di masyarakat. Namun, juga menjadi pengingat bagi generasi mendatang tentang nilai keberanian dan cinta tanah air yang ditunjukkan para leluhur.
"Kami berharap sejarah ini tetap terjaga dan diketahui oleh semua kalangan, khususnya generasi muda. Agar mereka tahu, nama desa ini memiliki makna yang sangat dalam dan perjuangan yang luar biasa dari para pendahulu kita," katanya.
Menurutnya, kisah asal usul Lok Bangkai menjadi salah satu bukti kekayaan sejarah lokal yang masih terjaga di wilayah HSU, sekaligus menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat yang terus dijaga keberadaannya hingga masa kini. (mar/mof)
Editor : AriefSumber : RADAR BANJARMASIN edisi cetak