Jejak Sejarah Mabuun, Dari Perkebunan Cengkeh Jadi Kawasan Paling Heterogen di Tabalong

Ibnu Dwi Wahyudi • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 08:02 WIB
BUKTI SEJARAH: Bupati Tabalong, Badarudin Kasim saat meninjau perkebunan cengkeh di Mabuun Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. (Dispersip Tabalong)
BUKTI SEJARAH: Bupati Tabalong, Badarudin Kasim saat meninjau perkebunan cengkeh di Mabuun Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. (Dispersip Tabalong)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TAHULAH Pian. Kelurahan Mabuun di Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, yang kini dikenal sebagai kawasan perkotaan dan pusat pemerintahan, ternyata memiliki sejarah berbeda.

Pada awal 1970-an, wilayah ini bukanlah hamparan gedung dan pemukiman, melainkan perkebunan cengkeh yang asri. Catatan arsip Pemerintah Kabupaten Tabalong menunjukkan bahwa pada 15 Mei 1973, Bupati Tabalong saat itu, H. Badarudin Kasim, melakukan peninjauan langsung ke lokasi perkebunan.

Foto dokumentasi memperlihatkan sang bupati mengenakan topi saat meninjau pohon-pohon cengkeh yang kala itu sudah tumbuh menjulang, mencapai lebih dari dua meter.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tabalong, Norhayati, menjelaskan bahwa meski ada bukti visual, data mengenai luas lahan maupun hasil produksi perkebunan tidak terarsipkan. “Informasi detail mengenai produksi tidak tercatat, namun terlihat jelas pohon cengkeh sudah tinggi dan rimbun,” ujarnya, Selasa (21/7).

Seiring berjalannya waktu, wajah Mabuun berubah drastis. Kawasan yang dahulu hijau kini berkembang menjadi pusat pemukiman padat dan perkantoran. Pertumbuhan pembangunan menjadikan Mabuun sebagai jantung administrasi Kabupaten Tabalong.

Kini, berbagai kantor pemerintahan berdiri di sana, termasuk DPRD Tabalong, Dinas Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selain itu, Mabuun kini dihuni sekitar 13 ribu jiwa dari beragam latar belakang suku dan budaya, menjadikannya salah satu kawasan paling heterogen di Tabalong. (ibn/mof)

Editor : Arief
Tabalong asal usul Sejarah