Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mantuil: Dari Sebuah Pos Pertahanan Belanda, Begini Sejarah Asal Usulnya

Zulvan Rahmatan • Senin, 22 Juni 2026 | 07:43 WIB
MENYIMPAN SEJARAH: Jalan Mantuil yang dulunya dikenal sebagai pos pertahanan Belanda. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
MENYIMPAN SEJARAH: Jalan Mantuil yang dulunya dikenal sebagai pos pertahanan Belanda. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TAHULAH Pian. Nama Mantuil yang kini melekat pada sebuah kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Selatan ternyata menyimpan kisah panjang dari masa kolonial Belanda. Jejak sejarahnya bukan hanya berupa bangunan fisik, tetapi juga terabadikan dalam penyebutan sehari-hari warga lokal.

Sejarawan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Mansyur, menjelaskan bahwa kawasan tersebut awalnya berdiri sebuah pos pertahanan Belanda sekitar tahun 1819. Pos itu dikenal dengan nama Schans van Tuyl, diambil dari tokoh militer Belanda, Baron van Thuyl.

Menurut Mansyur, penyebutan “Mantuil” sangat mungkin berasal dari nama Van Tuyl yang kemudian mengalami penyesuaian pelafalan oleh masyarakat lokal. “Tokoh itu yang paling mendekati jika dilihat dari kronologi keberadaan dan tahun dibangunnya benteng di kawasan tersebut,” ujarnya, Selasa (17/6).

Baron van Tuyl, atau Hendrik Willem Jacob van Tuyll van Serooskerken, lahir pada 1778 dan wafat di Cianjur, Jawa Barat, pada 7 Februari 1824. Ia merupakan seorang officier cavalarie yang pernah bertugas di Hindia-Belanda. Saat Schans van Tuyl dibangun pada 1819, Van Tuyl berusia sekitar 41 tahun dan masih aktif sebagai perwira.

Awalnya, kawasan sekitar benteng belum menjadi permukiman. Baru antara tahun 1826 hingga 1852, para nelayan sungai dan pedagang kecil mulai mendirikan rumah di sekitar lokasi pertahanan tersebut. Perlahan, kawasan militer itu berubah menjadi kampung.

Memasuki tahun 1864, status benteng resmi dihapuskan. Mantuil pun berkembang menjadi kawasan permukiman tepian sungai. Meski fungsi militernya hilang, nama Mantuil tetap bertahan, baik dalam bentuk resmi maupun dalam penyebutan sehari-hari. “Meski demikian, penamaan kampung tetap bertahan baik dalam bentuk resmi maupun penyebutan sehari-hari,” kata Mansyur.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#asal usul #banjarmasin #Sejarah