Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Desa Merah dan Desa Kedondong di Balangan, Pernah Saling Bertukar Nama, Ini Penyebabnya

M Dirga • Senin, 15 Juni 2026 | 08:06 WIB
SEMPAT BERTUKAR NAMA: Jalan poros penghubung Desa Merah dan Desa Kedondong di Kabupaten Balangan. (Foto: M Dirga/ Radar Banjarmasin)
SEMPAT BERTUKAR NAMA: Jalan poros penghubung Desa Merah dan Desa Kedondong di Kabupaten Balangan. (Foto: M Dirga/ Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM,  - TAHULAH Pian. Di Kabupaten Balangan, terdapat dua desa bertetangga yang menyimpan kisah sejarah tak lazim. Ia adalah, Desa Merah dan Desa Kedondong. Tidak banyak yang mengetahui, kedua desa ini pernah secara resmi bertukar nama, mengubah identitas sejarah wilayahnya.

Sejarah mencatat, Desa Kedondong lahir sebagai pemekaran dari Desa Merah pada tahun 1982. Kepala desa pertamanya adalah Marhad, yang menjabat hingga 1989. Namun, hanya setahun setelah pemekaran, tepatnya pada 1983, sebuah keputusan mengejutkan diambil: nama kedua desa ditukar. Wilayah Kedondong berubah menjadi Desa Merah, sementara Desa Merah berganti menjadi Desa Kedondong.

Pamong Budaya Disdikbud Balangan, Halianur, menjelaskan bahwa penamaan awal kedua desa berakar pada kondisi alam dan jejak perjuangan rakyat. Desa Merah dinamai dari sebuah sungai yang airnya pernah memerah.

Sedangkan Desa Kedondong diambil dari kebun luas yang ditumbuhi rimbunnya pohon kedondong di wilayah tersebut. “Konon di wilayah yang aslinya bernama Desa Merah, terdapat sebuah sungai yang airnya pernah berubah warna menjadi merah. Itu terjadi karena tercampur darah para pejuang saat peperangan melawan penjajah Belanda,” jelas Halianur.

Pertukaran nama desa ini tidak lepas dari dinamika politik pada masa itu. Dalam pemilu 1983, partai penguasa menang telak di Desa Merah, tetapi justru kalah di Desa Kedondong. Untuk menjaga citra di hadapan petinggi partai, simpatisan menyiasati hasil dengan mengklaim kemenangan terjadi di Kedondong.

Selain itu, Kepala Desa Kedondong kala itu dikenal sebagai sosok pemberani dan berpengaruh. Nama Merah yang melambangkan keberanian dianggap lebih sesuai untuk wilayah kepemimpinannya. Maka, demi gengsi politik sekaligus mencocokkan karakter pemimpin, nama kedua desa resmi ditukar sejak 1983.

Sejak saat itu, kebun kedondong secara administratif berada di Desa Merah, sementara sungai bersejarah yang pernah memerah oleh darah pejuang menjadi bagian dari Desa Kedondong.

Kini, masa pergolakan politik telah lama berlalu. Namun, sejarah pertukaran nama desa ini tetap abadi, menjadi prasasti unik tentang bagaimana politik dan identitas lokal dapat mengubah wajah sebuah wilayah

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#asal usul #kalimantan selatan #Balangan #Desa #Sejarah