Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bandara Warukin Tabalong, Awalnya Bukan untuk Umum, Begini Sejarahnya

Ibnu Dwi Wahyudi • Selasa, 5 Mei 2026 | 10:20 WIB
PINTU MASUK: Bandara Warukin di Desa Padang Panjang, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong.
PINTU MASUK: Bandara Warukin di Desa Padang Panjang, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TAHULAH Pian. Bandara Warukin di Desa Padang Panjang, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, menyimpan jejak panjang sejarah penerbangan di Kalimantan Selatan. Dibangun pada era 1970-an, bandara ini awalnya dikenal sebagai Lapangan Terbang Pertamina Warukin.

Bandara ini awalnya difungsikan khusus untuk mendukung operasional logistik PT Pertamina di Tanjung Field.

Menurut Humas PT Pertamina EP Tanjung, Ruspandi, bandara ini sejak awal bukanlah fasilitas umum. “Tujuannya khusus buat mendukung operasional eksplorasi minyak dan gas Pertamina. Jadi awalnya ini private airstrip, bukan bandara umum,” terangnya.

Dengan panjang landasan pacu hanya 900 meter, pesawat yang mendarat terbatas pada jenis kecil seperti Cessna, Twin Otter, Casa 212, dan Susi Air.

Seiring waktu, keberadaan Warukin berkembang menjadi bandara perintis. Pemerintah Kabupaten Tabalong meminta agar fasilitas ini juga melayani penerbangan umum. Di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan, Warukin sempat menjadi bagian dari program subsidi penerbangan ke daerah terpencil di Kalsel dan Kaltim.

Rute legendaris Warukin–Banjarmasin serta Warukin–Balikpapan pernah dilayani pesawat berkapasitas 12–19 penumpang.

Masa kejayaan Warukin berlangsung antara tahun 2000 hingga 2010. Maskapai Merpati Nusantara, SMAC, dan Susi Air rutin beroperasi, bahkan perusahaan tambang batu bara turut memanfaatkan fasilitas ini. Karena tingginya aktivitas, landasan pacu diperpanjang menjadi 1.400 meter sehingga pesawat ATR 42 dan ATR 72 dapat mendarat.

Namun, sejak 2014 penerbangan berjadwal berhenti. Bandara tetap aktif, tetapi tidak lagi melayani rute komersial. Pengelolaan kemudian diserahkan kepada PT Pelita Air Service, dengan status penggunaan khusus domestik berdasarkan sertifikat dari Kementerian Perhubungan. Beberapa tahun terakhir, Warukin praktis tidak beroperasi.

Kini, Pemerintah Kabupaten Tabalong tengah berupaya mengaktifkan kembali layanan penerbangan domestik setelah memperoleh izin pinjam pakai aset dari Kementerian Keuangan. Bandara yang berada di tepi jalan nasional penghubung Tabalong–Balangan ini memiliki landasan pacu 1.400 meter dan fasilitas penerbangan memadai. “Bandara sudah digunakan untuk mendaratkan dan menerbangkan pesawat Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming dari Jakarta ke Tabalong,” tutup Ruspandi.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Tabalong #Bandara Warukin #kalimantan selatan #sejarah banjar