Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ada Bandaneira di Banjarmasin? Dulunya Gang ini Tidak Disebut Begitu

Zulvan Rahmatan • Selasa, 28 April 2026 | 08:42 WIB
PUNYA SEJARAH: Gang Bandaneira di Jalan Sulawesi, Kelurahan Pasar Lama, Banjarmasin Tengah. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin).
PUNYA SEJARAH: Gang Bandaneira di Jalan Sulawesi, Kelurahan Pasar Lama, Banjarmasin Tengah. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TAHULAH Pian. Gang Bandaneira di Jalan Sulawesi, Kelurahan Pasar Lama, Banjarmasin Tengah, sempat menjadi magnet anak muda. Mereka berfoto dan membuat konten di depan hingga ke dalam gang, tertarik pada keunikan nama yang identik dengan destinasi wisata ikonik di Kepulauan Banda Neira, Maluku Tengah.

Sejarah mencatat bahwa nama tersebut bukanlah sebutan asli. Warga setempat mengingat, sebelum tahun 1970-an gang ini dikenal sebagai Gang Seram. Darmawan (62), warga yang lahir di kawasan itu pada 1964, menuturkan bahwa hingga kelahiran adiknya pada 1966, nama Seram masih digunakan. “Tulisannya Gang Ceram, tapi biasa disebut Gang Seram,” ujarnya.

Pada masa itu, Jalan Sulawesi menjadi tempat bermukim warga keturunan Bugis dari Sulawesi. Hal ini melahirkan sejumlah nama gang seperti Gang Palopo dan Gang Parepare, merujuk pada daerah asal mereka di Sulawesi Selatan. Tradisi penyesuaian nama gang dengan wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) kemudian berkembang, termasuk dari Maluku.

Nama Seram sendiri bukanlah merujuk pada kesan menakutkan, melainkan Pulau Seram di Maluku. Seiring waktu, penyelarasan nama gang dilakukan sehingga muncul Gang Bandaneira, berdampingan dengan Gang Ternate dan Gang Maluku di kawasan yang sama.

Ketua RT setempat, Hendi (51), membenarkan bahwa saat ia lahir pada 1975, nama Gang Bandaneira sudah digunakan. Berdasarkan cerita masyarakat, perubahan nama diperkirakan berlangsung antara 1966 hingga 1974, seiring kebijakan pemerintah kala itu yang menyesuaikan nama gang dengan daerah-daerah KTI.

Ungkapan ikonik Sutan Syahrir saat diasingkan di Banda Neira, “Jangan Mati Sebelum ke Banda Neira”, turut menjadi pengetahuan kolektif warga ketika nama gang ini viral.

Gang Bandaneira kini menjadi bagian dari identitas sejarah Banjarmasin, merekam jejak migrasi, interaksi budaya, dan kebijakan penamaan wilayah yang menghubungkan Kalimantan dengan kawasan timur Nusantara.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#bandaneira #kalimantan selatan #banjarmasin #Bugis #sejarah banjar