TAHULAH Pian. Di tengah gempuran musik modern, sosok Anang Marendra Bayu memilih jalan sunyi untuk merawat ingatan kolektif masyarakat Banua. Lewat lagu bertajuk "Karasmin Banua". Musisi lokal ini mencoba membangkitkan kembali memori tentang kemegahan perayaan adat yang kini mulai luntur dimakan zaman.
Lagu ini lahir sekitar tahun 2020. Kala itu, ia tergerak mengikuti lomba cipta lagu Banjar di Taman Budaya Kalimantan Selatan. Tak disangka, dari dua lagu yang ia kirimkan, Karasmin Banua berhasil menembus nominasi enam besar kategori terbaik.
Lagu ini bukan sekadar imajinasi kosong. Anang mengaku bahwa lirik dan nada yang tercipta merupakan kristalisasi dari pengalamannya sendiri sebagai pelaku seni. “Ulun (saya) pernah terlibat langsung dalam kesenian-kesenian itu. Pernah ikut Mamanda, Wayang Gong, Kuda Gepang, hingga belajar Balamut,” terangnya, Senin (9/3)
Pengalaman empiris itulah yang membuatnya mampu memotret esensi Bakarasmin secara mendalam. Secara harfiah, Karasmin Banua menggambarkan suasana aruh ganal atau hajatan besar masyarakat Banjar tempo dulu. Baik itu dalam acara pernikahan, sunatan, hingga perayaan hari jadi kabupaten atau provinsi.
“Orang bahari (dahulu) kalau punya hajat itu bisa tujuh hari tujuh malam. Di sana semua kesenian tampil bergantian, mulai dari Wayang Kulit, Madihin, Hadrah, sampai tari-tarian tradisional,” jelasnya.
Lebih dari sekadar karya seni, lagu ini membawa beban moral yang besar. Anang merasa prihatin melihat banyak generasi muda saat ini yang mulai asing dengan istilah-istilah kesenian tradisional Banjar.
“Tujuan utamanya adalah memperkenalkan kembali budaya kita kepada generasi penerus. Lewat lagu, penyampaiannya jadi lebih ringan, sambil menghibur, sambil menyelipkan pesan-pesan tentang indahnya kesenian bahari,” ungkapnya.
Baginya, Karasmin Banua adalah jembatan waktu. Ia ingin memastikan bahwa meskipun perayaan tujuh hari tujuh malam sudah jarang ditemui di dunia nyata, kemegahannya akan tetap abadi dalam alunan nada yang bisa didengar kapan saja oleh anak cucu nantinya.
Baca kumpulan berita terpopuler RADAR BANJARMASIN di Google News. Klik di sini
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief