TAHULAH Pian. Perjalanan panjang Kodim 1009/Tanah Laut tidak hanya mencerminkan kekuatan militer di daerah, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah pertahanan nasional di Kalimantan Selatan.
Komandan Kodim (Dandim) 1009/Tanah Laut, Letkol Inf Adhy Irawan, menjelaskan bahwa keberadaan satuan ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika pertahanan negara sejak akhir 1950-an. Saat itu, kebutuhan penguatan wilayah mulai mengemuka seiring berkembangnya konsep perang rakyat semesta.
“Tentara Nasional Indonesia memiliki tugas pokok menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, serta melindungi seluruh rakyat Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dari situlah pembentukan satuan teritorial seperti Kodim menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia menuturkan, tonggak awal dimulai pada 25 November 1957 dengan dibentuknya Komando Tentara dan Teritorium VI/Tanjungpura yang membawahi wilayah Kalimantan. Kemudian, pada 19 Juli 1958 dilakukan reorganisasi menjadi beberapa Kodam, termasuk Kodam X/Kalimantan Selatan.
Perubahan berlanjut pada 1 Desember 1959, ketika satuan tersebut berganti nama menjadi Kodam X/Lambung Mangkurat. Pada masa ini, sistem pembinaan teritorial mulai ditata lebih terstruktur melalui pembentukan Korem hingga Kodim di berbagai daerah.
Menurutnya, pembentukan Kodim di Tanah Laut dilatarbelakangi oleh faktor geografis yang strategis. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Laut Jawa, sehingga memiliki potensi kerawanan dari jalur laut. “Karena itu, diperlukan satuan teritorial yang mampu melakukan pembinaan wilayah sekaligus menjaga stabilitas keamanan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pada 24 Mei 1971 Pangdam X/Lambung Mangkurat menerbitkan Surat Keputusan Nomor SKEP 050-2/V/1971 yang menandai berdirinya Kodim 1009/Pelaihari. Sejak saat itu, satuan ini resmi menjalankan tugas sebagai pembina teritorial di Kabupaten Tanah Laut.
Pada awal berdirinya, Kodim 1009/Pelaihari berkedudukan di Pelaihari dan membawahi enam Koramil, yakni Jorong, Pelaihari, Bati-Bati, Takisung, Kurau, dan Kintap, serta tiga Posramil di Batu Ampar, Panyipatan, dan Tambang Ulang. “Komandan pertama adalah Letkol Inf Ahmad Said Modzakir. Beliau yang meletakkan dasar pembinaan teritorial dan memperkuat stabilitas keamanan di Tanah Laut,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa tanggal 24 Mei 1971 hingga kini diperingati sebagai hari jadi satuan. Lebih dari lima dekade berjalan, Kodim 1009/Tanah Laut terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Hingga sekarang, kami tetap berkomitmen menjadi garda terdepan dalam pembinaan teritorial sekaligus mitra pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan mendukung kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief