TAHULAH Pian. Bundaran Simpang Empat yang kini tampak megah ternyata menyimpan perjalanan panjang sejarah Kota Banjarbaru.
Sastrawan dan Budayawan Banjarbaru, H.E Benyamin mengatakan, kawasan ini bukan sekadar pengatur arus lalu lintas, tetapi juga menjadi penanda perkembangan kota sejak masa awal hingga kini berstatus ibu kota provinsi.
"Pada masa Banjarbaru masih berada dalam wilayah Kabupaten Banjar, Simpang Empat sudah dirancang sebagai titik temu beberapa ruas jalan utama. Lokasinya strategis, menghubungkan kawasan pemerintahan, permukiman, hingga jalur menuju Martapura dan Banjarmasin," terangnya.
Untuk memperkuat identitas kawasan, dibangun bundaran dengan monumen berbentuk intan di bagian tengah. Simbol ini dipilih karena merepresentasikan kekayaan alam Kalimantan Selatan, khususnya dari wilayah Cempaka yang dikenal sebagai sentra penambangan intan tradisional.
Seiring waktu, Bundaran Simpang Empat berkembang menjadi landmark kota. Tempat ini sering menjadi titik orientasi masyarakat, lokasi berkumpul, hingga pusat berbagai kegiatan dan perayaan daerah.
"Perannya semakin kuat setelah Banjarbaru resmi menjadi daerah otonom pada 1999. Sejak itu hingga dua dekade berikutnya, kawasan Simpang Empat dikenal sebagai jantung aktivitas kota," tambahnya.
Perubahan besar terjadi setelah Banjarbaru ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2022. Status baru tersebut mendorong penataan sejumlah kawasan strategis, termasuk Bundaran Simpang Empat.
Pada 2023, Pemerintah Kota Banjarbaru membongkar Tugu Intan lama untuk digantikan dengan ikon baru yang lebih monumental. Kebijakan ini sempat memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat karena nilai historis yang melekat pada tugu lama.
Setahun kemudian, ikon baru selesai dibangun dan mulai difungsikan. Desainnya lebih besar, dilengkapi elemen artistik dan pencahayaan dekoratif. Namun, tetap mengangkat filosofi intan sebagai identitas daerah.
"Kini, Bundaran Simpang Empat tidak hanya menjadi pusat lalu lintas, tetapi juga simbol transformasi Banjarbaru menuju kota modern dan pusat pemerintahan provinsi," katanya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief