Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ada Lesung Emas Gaib di Bawah Pohon, Begini Sejarah Asal-usul Kampung Belasung Banjarmasin

Maulana Radar Banjarmasin • Senin, 16 Februari 2026 | 08:48 WIB

 

Kampung Belasung
Kampung Belasung

TAHULAH Pian. Kampung Belasung? Kampung tua ini berada tepat di jantung Kota Banjarmasin, persis di kawasan Jalan Pangeran Samudera, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Letaknya berada di belakang DPRD Kota Banjarmasin, atau tepatnya di antara Gereja Katedral Keluarga Kudus atau Gereja Batu dan Kantor Telkom.

Meski dikepung bangunan perkantoran dan lalu lintas kota yang padat, Kampung Belasung menyimpan kisah lama yang tak banyak diketahui warga Banjarmasin hari ini. Nama "Belasung" konon sudah dikenal sejak zaman Belanda, sarat dengan cerita mistis yang turun-temurun dipercaya warga.

Menurut kisah lisan yang berkembang, sebutan Belasung berasal dari ditemukannya sebuah lasung (alat tradisional untuk menumbuk padi sekaligus perlengkapan menginang masyarakat tempo dulu yang dipercaya sebagai harta karun berwarna keemasan). Penemuan tersebut diyakini terjadi pada masa lampau, ketika kawasan ini masih berupa perkampungan.

“Ceritanya memang begitu. Saya juga hanya mendengar dari almarhum ibu saya,” tutur Asiah (73), salah satu warga tertua dan penduduk asli Belasung. “Nama Belasung ini melekat setelah ditemukannya lasung yang katanya gaib itu,” imbuhnya.

Asiah telah tinggal di kawasan ini sejak lahir hingga usia senja. Ia merupakan satu dari dua warga asli Belasung yang masih hidup hingga kini. Rumahnya berdiri di jalur gang yang sebagian besar masih dihuni keluarga besar. “Dari depan gang ini kami masih saudaraan semua. Tapi yang tua tinggal saya dan satu orang tetangga, sisanya keponakan dan cucu-cucu,” tuturnya.

Dahulu, Belasung dikenal sebagai sebuah perkampungan. Seiring perkembangan kota, kawasan ini berubah menjadi Kompleks Belasung sejak sekitar tahun 1980. Meski demikian, cerita-cerita lama masih kerap dibicarakan dari mulut ke mulut. Di kompleks Belasung Rt 3 Kelurahan Kertak Baru Ilir, Banjarmasin Tengah ini juga terdapat 90 Kepala Keluarga dengan jumlah 250 jiwa.

Asiah menuturkan, pada masa lalu terdapat sebuah lokasi yang dianggap sakral, yang diyakini sebagai tempat awal ditemukannya lasung tersebut. Sebagai penanda, warga pada masa itu sempat meletakkan tunggul kayu ulin.

Namun, menurut cerita yang berkembang, tunggul tersebut kerap berpindah sendiri tanpa diketahui sebabnya. Seiring berjalannya waktu, tanda itu pun kini tak lagi terlihat.“Sekarang tandanya sudah tidak ada. Tapi di depan kompleks ini masih ada pohon besar, katanya di sekitar situlah lokasi awalnya,” sebutnya. 

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#asal usul #banjarmasin #Desa #Sejarah