Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Menjaga Muruah Budaya di Bumi Saijaan, Kotabaru jadi Miniatur Budaya Indonesia di Kalsel

Zulqarnain RB • Rabu, 11 Februari 2026 | 08:41 WIB
PERTUNJUKAN: Salah satu penampilan budaya Dayak di Festival Budaya Saijaan di Agustus 2025.
PERTUNJUKAN: Salah satu penampilan budaya Dayak di Festival Budaya Saijaan di Agustus 2025.

TAHULAH Pian. Di tengah gempuran modernisasi yang kian kencang, Kabupaten Kotabaru justru semakin teguh memegang jati dirinya sebagai miniatur keberagaman Indonesia di Kalimantan Selatan.

Wilayah yang dikenal dengan sebutan Bumi Saijaan ini, menjaga khazanah budaya bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah ikhtiar batin untuk merajut persatuan di tengah perbedaan etnis yang sangat kompleks.

Dari pesisir hingga pegunungan, setiap jengkal tanahnya menyimpan harmoni antara suku Banjar, Dayak, Bugis, Mandar, Jawa, hingga eksotika suku Bajau Sammah yang hidup berdampingan dalam satu semangat seia-sekata dan sejalan (Saijaan).

Upaya menjaga marwah keberagaman ini tercermin kuat dalam perhelatan akbar Festival Budaya Saijaan (FBS). Kabid Pertunjukan Event dan Ekraf Disparpora Kotabaru, Rudi Nugraha Bachtiar Sanderta menegaskan, bahwa festival ini adalah wadah besar untuk merangkul seluruh potensi kebudayaan yang ada tanpa terkecuali apapun itu yang ada di Kotabaru.

“Latar belakang FBS ini adalah kesadaran kita akan potensi keanekaragaman yang luar biasa di Kotabaru. Kita tidak ingin kekayaan ini hanya menjadi catatan sejarah, tapi harus menjadi nafas hidup bagi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu bukti nyata adalah pengangkatan ritual Selamatan Leut dari suku Bajau Sammah dengan tema "Magic from the Sea". Tradisi syukur laut ini bukan sekadar tontonan bagi turis, melainkan cara pemerintah daerah memastikan identitas budaya bahari tetap lestari di tangan generasi muda.

FBS yang kini telah menembus Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf RI ini membawa misi khusus. Yaitu, menjadikan keberagaman sebagai modal utama pembangunan. Ia menekankan bahwa merawat budaya adalah bentuk diplomasi paling lembut untuk menjaga kedamaian antar warga.

“Dengan melibatkan berbagai paguyuban etnis dalam parade budaya, setiap orang merasa dihargai dan menjadi bagian penting dari wajah Kotabaru,” ujar anak Alm Bachtiar Sanderta itu.

Kini, seiring dengan posisi strategis Kotabaru sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), keberagaman budaya ini dipersiapkan sebagai magnet pariwisata berkelas internasional. Festival Budaya Saijaan juga tidak hanya tentang panggung hiburan, tapi tentang bagaimana warga Kotabaru tetap Saijaan dalam melestarikan warisan nenek moyang agar tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Kotabaru #Budaya #Tahulah Pian