TAHULAH Pian. Logo RSUD Hadji Boejasin Pelaihari bukan sekadar simbol visual. Di balik desainnya, tersimpan filosofi mendalam tentang nilai pelayanan, pengayoman, serta kedekatan emosional dengan masyarakat Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Syaifullah, desainer logo tersebut, menuturkan bahwa rancangan dibuat dengan pendekatan makna, bukan semata estetika. Setiap unsur dipilih untuk merepresentasikan semangat pelayanan kesehatan yang humanis dan bertanggung jawab.
“Palang menjadi simbol utama dunia kesehatan. Ini menggambarkan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan bermutu dan profesional kepada masyarakat,” ujarnya, Senin (2/2).
Di balik palang, terdapat siluet tajau emas yang sarat makna budaya. Menurutnya, tajau melambangkan pengayoman dan perlindungan, selaras dengan peran RSUD Hadji Boejasin sebagai tempat masyarakat memperoleh rasa aman saat menghadapi persoalan kesehatan.
Logo juga dibingkai dengan bentuk oval. Bentuk ini dipilih karena menghadirkan kesan ramah dan fleksibel secara psikologis. Unsur lingkaran dan elips di dalamnya diyakini menyampaikan pesan kehangatan, kekeluargaan, persahabatan, serta kepedulian terhadap pasien dan keluarga.
Pemilihan warna tidak lepas dari filosofi daerah. Biru merepresentasikan laut yang mengelilingi Kabupaten Tanah Laut, sekaligus melambangkan keandalan, ketenangan, dan tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan.
Sementara itu, hijau pada palang mencerminkan nilai dasar budaya organisasi, seperti kejujuran, disiplin, kerjasama, keadilan, visi ke depan, dan kepedulian.
Keseluruhan elemen logo dirangkai untuk menyampaikan pesan bahwa RSUD Hadji Boejasin tidak hanya berfokus pada layanan medis, tetapi juga pada pendekatan kemanusiaan. “Harapannya, logo ini bisa menjadi pengingat bahwa rumah sakit hadir sebagai rumah bagi masyarakat, tempat yang memberi perlindungan, harapan, dan pelayanan yang tulus,” pungkasnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief