Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lahir dari Semangat Persatuan Pemuda, Begini Sejarah Persepan Pagatan

Zulqarnain RB • Senin, 2 Februari 2026 | 00:08 WIB
BERTANDING: Persepan Pagatan (putih) saat bertanding melawan Persetala dalam laga sepakbola kompetisi daerah.
BERTANDING: Persepan Pagatan (putih) saat bertanding melawan Persetala dalam laga sepakbola kompetisi daerah.

TAHULAH Pian. Persatuan Sepakbola Pagatan atau Persepan resmi berdiri pada 1 Desember 1972, sebagai wadah pemersatu klub-klub sepakbola lokal Pagatan, Tanah Bumbu. Kehadirannya tidak lepas dari semangat generasi muda yang ingin membawa daerah pesisir Kalsel ini sejajar dengan daerah lain dalam pembinaan olahraga, khususnya sepakbola.

Ketua Umum Persepan, Mahluki, menuturkan gagasan pembentukan klub mulai menguat sejak 1968. Kala itu, para pemuda Pagatan, termasuk pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah, membawa semangat pembaruan. “Aspirasi tersebut kemudian mendorong lahirnya berbagai organisasi kepemudaan, sekaligus memunculkan cita-cita membentuk perserikatan sepakbola,” ujarnya.

Aktivitas sepakbola di Pagatan sejatinya telah berlangsung sejak masa kolonial. Pada 1935, sejumlah klub lokal mulai bermunculan. Periode 1942–1953 ditandai dengan keaktifan klub-klub seperti Rencong, Hercules, Amor, Sinar Kota Pagatan, dan Bintang Timur. Keberadaan mereka menjadi fondasi awal lahirnya gagasan persatuan sepakbola di Tanah Bumbu.

Memasuki awal 1970-an, klub-klub yang aktif sejak 1963—antara lain Jukueja, Merpati, Gelora, Melati, Perzeda, dan Pagaruyung—kemudian diorganisasi dan disatukan dalam wadah resmi bernama Persatuan Sepakbola Pagatan, yang selanjutnya dikenal sebagai Persepan.

Setelah berdiri, Persepan aktif melakukan pembinaan dan menggelar pertandingan ke berbagai daerah. Pada 1972, klub ini melakukan tur ke Samarinda dan Balikpapan, Kalimantan Timur. Dua tahun kemudian, Persepan melanjutkan laga ke Gresik, Jawa Timur, serta Sampit, Kalimantan Tengah. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari perjuangan mendapatkan pengakuan resmi dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Perjuangan panjang itu akhirnya berbuah manis pada 1978. Melalui Kongres Luar Biasa PSSI di Semarang, Persepan resmi diterima sebagai anggota PSSI. Saat itu, Persepan tercatat sebagai salah satu dari sembilan perserikatan yang tergabung dalam Komda PSSI Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Dalam perjalanannya, Persepan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, pendanaan, hingga persoalan organisasi. Meski demikian, klub ini tetap konsisten mengikuti kompetisi antar perserikatan, kompetisi rayon Komda PSSI Kalimantan Selatan, serta aktif membina pemain usia muda, termasuk keikutsertaan dalam Piala Suratin.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Tanah Bumbu #Sejarah #Sepak Bola