Tahulah Pian. Masjid Agung Al Munawwarah yang menjadi salah satu ikon kebanggaan masyarakat Kota Banjarbaru, dikenal dengan desain tanpa tiang penyangga di ruang utama salat, sehingga memberikan kesan luas, tinggi, dan megah.
Masjid yang terletak di Jalan Trikora, Kelurahan Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan itu diresmikan pada Kamis, 1 Juli 2010 oleh Wali Kota Banjarbaru saat itu, Rudy Resnawan. Bangunan masjid berdiri di atas lahan seluas 7.000 meter persegi, dengan luas bangunan utama mencapai sekitar 2.500 meter persegi.
Sekretariat Masjid Agung Al Munawwarah, M Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa sejak awal masjid ini dirancang untuk menampung ribuan jamaah. “Saat awal diresmikan daya tampung sekitar 4.500 jemaah. Namun, seiring adanya pengembangan dan rehabilitasi tambahan di sisi kanan bangunan serta pemasangan payung besar, kini kapasitasnya bisa mencapai sekitar 5.000 jemaah,” ujarnya, Rabu (21/1).
Secara arsitektur, bagian dalam masjid didominasi warna hijau dengan langit-langit tinggi yang menambah kesan lapang. Di bagian depan masjid terdapat sebuah bedug besar yang menjadi salah satu ciri khas. Sementara di bagian luar, masjid dilengkapi pintu-pintu berukuran besar dan tinggi, serta menara yang menjulang.
Sementara, untuk plaza menara, luas area mencapai 20 x 20 meter, dengan ukuran dasar bangunan menara 8 x 8 meter yang mengerucut ke bagian atas. Area ini kerap menjadi ruang terbuka bagi jemaah maupun kegiatan keagamaan tertentu.
Masjid Agung Al Munawwarah memiliki fasilitas terbilang lengkap. Selain tersedia tempat wudhu dan toilet terpisah untuk jamaah laki-laki dan perempuan, juga dilengkapi tirai sebagai penutup area. Selain itu, masjid ini dilengkapi sistem CCTV, sound system dan multimedia, kantor kesekretariatan, perlengkapan pengurusan jenazah, hingga tempat penitipan sandal dan sepatu.
Dengan kapasitas jamaah yang besar, pengelola juga menyediakan area parkir yang luas di halaman masjid. Keberadaan Masjid Agung Al Munawwarah tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Banjarbaru.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief