Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tugu Pahlawan Amuntai, Saksi Bisu Semangat dan Pengorbanan Pejuang Melawan Penjajah

M Akbar Radar Banjarmasin • Rabu, 21 Januari 2026 | 03:06 WIB

 

SAKSI BISU: Tugu dan Prasasti ALRI Divisi IV di Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Foto: M.Akbar/Radar Banjarmasin)
SAKSI BISU: Tugu dan Prasasti ALRI Divisi IV di Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Foto: M.Akbar/Radar Banjarmasin)

Tahulah Pian. Sebuah tugu prasasti bersejarah berdiri di Desa Telaga Silaba, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Monumen yang kerap disebut masyarakat sebagai tugu pahlawan itu menjadi saksi bisu perjuangan gerilya kemerdekaan pada masa revolusi fisik di Kalimantan Selatan.

Prasasti tersebut mencatat bahwa pada Oktober 1949 kawasan Telaga Silaba pernah menjadi pangkalan penting perjuangan rakyat dan pejuang Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) Divisi IV “A” Pertahanan Kalimantan.

Di lokasi itu pula, Markas Daerah BN 5 Selatan Kuripan Jaya bersama Markas Ketentaraan Pambalah Batung terakhir kali berkegiatan sebelum melebur dalam perjuangan berskala lebih luas mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerhati sejarah HSU, Ahdiyat Gazali Rahman menegaskan bahwa tugu tersebut bukan sekadar monumen batu, melainkan simbol semangat dan pengorbanan para pejuang asal Banua. “Perjuangan di Amuntai Selatan merupakan bagian dari strategi gerilya ALRI Divisi IV yang mencakup wilayah pedalaman hingga pesisir Kalimantan,” ujarnya.

Menurutnya, meski peta pertempuran dan markas tersebar di banyak titik, tugu di Amuntai Selatan menjadi salah satu rujukan kronik penting bagi generasi muda untuk mengenal sejarah lokal yang kerap luput dari buku pelajaran umum.

Sejarah mencatat, ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan memainkan peranan besar dalam mempertahankan kemerdekaan di kawasan Kalimantan. Divisi ini bahkan mendeklarasikan proklamasi pemerintahan sendiri pada 17 Mei 1949, sebuah momen bersejarah yang menegaskan kedaulatan perjuangan rakyat Kalimantan Selatan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pejuang ALRI yang beroperasi dari markas seperti Kuripan Jaya dan Pambalah Batung menerapkan taktik gerilya untuk melemahkan kontrol penjajah sekaligus menjaga semangat persatuan rakyat Banua,” jelas Gazali.

Meski medan perjuangan kala itu berat dan sumber daya terbatas, semangat para pejuang tetap tinggi. Hingga kini, pemerintah daerah kerap menggelar napak tilas dan peringatan di lokasi tersebut untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai perjuangan kepada generasi sekarang.

“Saya mengajak masyarakat, terutama generasi muda HSU, untuk tidak melupakan jejak para pendahulu yang telah berjuang di tanah ini, baik di medan pertempuran maupun dalam mempertahankan nilai kemerdekaan dan persatuan,” pesannya. 

Baca Juga: Tugu 17 Mei Benua Lawas Tabalong, Sebagai Pengingat Perjuangan Melawan Belanda

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#pahlawan #belanda #Sejarah #Hulu Sungai Utara #Tugu