Tahulah Pian. Lahan yang dulunya hanya menjadi tempat pengambilan material kini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata air favorit di Kabupaten Tapin. Namanya, Wisata Air Sirang Pitu. Ikon Desa Miawa, Kecamatan Piani ini terus tumbuh dan berkembang berkat inisiatif pemerintah desa dan dukungan berbagai pihak.
Dari Kota Rantau, lokasi wisata ini berjarak sekitar 20 kilometer. Perjalanan menuju wisata air ini dapat ditempuh sekitar setengah jam menggunakan sepeda motor maupun mobil. Akses jalannya cukup mudah dijangkau.
Kepala Desa Miawa, Amat M, mengatakan bahwa nama Sirang Pitu memang sudah lekat dengan desa setempat. Karena itulah, nama tersebut dipertahankan sekaligus dijadikan identitas wisata desa.
“Awalnya ini hanya tempat pengambilan material. Tapi karena kami melihat potensi wisatanya ada dan memang banyak warga yang datang untuk mandi, pemerintah desa berinisiatif menjadikannya sebagai objek wisata,” ujarnya.
Amat menjelaskan, sebelum dikembangkan, kawasan Sirang Pitu masih berupa semak belukar. Tidak ada bangunan, bahkan banyak tumpukan material lama dan pepohonan yang tumbuh tidak beraturan.
“Kami ratakan tumpukan material itu selama tiga hari tiga malam. Waktu itu, peralatannya kita pinjam dari perusahaan yang ada di sekitar sini,” ungkapnya.
Pengembangan Wisata Air Sirang Pitu mulai dilakukan pada tahun 2023. Pemerintah desa kemudian melakukan pendekatan dengan pemilik lahan untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai aset desa. “Alhamdulillah, pemilik lahan bersedia menjual tanahnya ke desa, sehingga bisa kita kembangkan menjadi tempat wisata,” terangnya.
Seiring berjalannya waktu, berbagai fasilitas penunjang mulai dibangun. Di antaranya WC, gazebo, musala sementara, hingga wahana susur sungai menggunakan perahu karet yang kini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Tak hanya mengandalkan kemampuan desa, pengembangan Sirang Pitu juga mendapat dukungan berupa penyusunan master plan pengembangan wisata dari Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel. “Pengembangan ini tentu tidak bisa dilakukan desa sendiri. Kami berharap semua pihak bisa ikut terlibat,” tambahnya.
Dari sisi kunjungan, Wisata Air Sirang Pitu nyaris tak pernah sepi. Setiap hari selalu ada pengunjung, terutama pada akhir pekan. “Kalau Sabtu dan Minggu biasanya ramai. Saat libur hari raya malah paling padat, pengunjung bisa mencapai dua ribu orang,” sebutnya.
Untuk pengelolaan dan keamanan, pemerintah desa mempercayakannya kepada BUMDes. Petugas disiagakan untuk menjaga keamanan pengunjung, khususnya yang mandi dan berenang di kawasan wisata. Keberadaan Wisata Air Sirang Pitu diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi ekonomi maupun peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes). “Kami dari desa akan terus berupaya mengembangkan wisata ini, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief