Tahulah Pian. Masjid Jami Hidayatul Muhajirin tercatat sebagai masjid pertama dan tertua di Banjarbaru. Dibangun pada era 1960-an, keberadaannya bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol kuat semangat kebersamaan lintas iman yang telah mengakar sejak awal berdirinya kota.
Pembangunan masjid ini tidak lepas dari peran Van Der Pijl, perancang tata kota Banjarbaru. Menariknya, sosok yang dikenal sebagai penganut Katolik itu dipercaya menjadi bendahara pengurus masjid. Fakta ini menjadi penanda bahwa toleransi dan keterbukaan sudah menjadi fondasi kehidupan masyarakat Banjarbaru sejak generasi pertama.
Masjid Jami Hidayatul Muhajirin berdiri di Jalan Beringin, Kelurahan Guntung Paikat, di atas lahan seluas 1.088 meter persegi dengan bangunan mencapai 4.500 meter persegi. Kapasitasnya mampu menampung hingga 1.000 jamaah.
Baca Juga: Kisah Masjid Agung Al Karomah Martapura, Datuk Landak dan Ulin yang Bercahaya
Tak jauh dari lokasi masjid, berdiri pula sebuah gereja, memperlihatkan harmoni kehidupan beragama yang telah terjalin puluhan tahun.
Renovasi besar pertama dilakukan pada 2003. Interior masjid kini menghadirkan nuansa yang sekilas mengingatkan pada Masjid Raya Sabilal Muhtadin di Banjarmasin, dengan marmer pada dinding dan ruang imam, kaligrafi lafaz Allah dan Muhammad di sisi mihrab, serta lantai dua yang mengelilingi ruang utama salat. Meski demikian, eksteriornya tetap mempertahankan ciri khas asli.
Lingkungan sekitar masjid menghadirkan suasana teduh berkat pepohonan besar di halaman. Fasilitas wudu dirancang nyaman, dengan jumlah kran memadai serta pemisahan area pria dan wanita. Hal ini menjadikan masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga ruang perjumpaan sosial yang ramah bagi warga.
Sejarah Masjid Jami Hidayatul Muhajirin mencerminkan perjalanan Banjarbaru sebagai kota baru yang tumbuh dengan dinamika sosial dan budaya kuat sejak dekade 1960-an. Keberagaman etnik dan agama melahirkan kesadaran kolektif “Banjarbaru” sebagai identitas bersama, di mana tradisi lokal berpadu dengan pembaruan modern tanpa kehilangan nilai religius
Baca Juga: Tahulah Pian, Murdjani Plan Sudah Lama Merancang Perpindahan Ibu Kota Kalsel ke Banjarbaru
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief