Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Asal Usul Desa Tangalin di Kabupaten Balangan, Berawal dari Gabungan Wilayah-Wilayah Kecil

M Dirga • Selasa, 2 Desember 2025 | 08:05 WIB
BERSEJARAH: Kantor Desa Tangalin, pusat pelayanan masyarakat dan simbol penyatuan wilayah.
BERSEJARAH: Kantor Desa Tangalin, pusat pelayanan masyarakat dan simbol penyatuan wilayah.

 

Tahulan Pian. Sebuah nama desa kerap menyimpan kisah panjang tentang lingkungan, penduduk, dan perubahan wilayah. Begitu pula Desa Tangalin, yang berada di Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan. Hingga kini, desa ini masih menyimpan jejak masa lalu dalam identitasnya.

Secara geografis, Tangalin berjarak sekitar tiga kilometer dari pusat Kecamatan Awayan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Batumandi. Luas wilayahnya mencapai 13.500 meter persegi, dengan batas utara Desa Pudak, selatan Desa Inan di Kecamatan Paringin Selatan, timur Desa Awayan Hilir, dan barat Desa Guha di Kecamatan Batumandi.

Dengan tiga rukun tetangga, mayoritas penduduk Tangalin menggantungkan hidup dari bertani dan berkebun. Desa ini tumbuh dari komunitas perantau yang dahulu datang dari Hulu Sungai Utara untuk mencari kehidupan baru.

Plt Kabid Kebudayaan Disdikbud Balangan, Halianur, menegaskan bahwa penamaan desa merupakan aspek penting dalam memahami sejarah lokal. “Asal-usul nama kampung selalu berkaitan dengan cara masyarakat mengenali lingkungannya. Di situ tersimpan hubungan antara manusia dan alam yang tidak bisa dilepaskan dari identitas mereka,” ujarnya.

Sebelum resmi menjadi desa pada 1994, Tangalin merupakan gabungan dari sejumlah wilayah kecil. Pulau Kambang memiliki lima anak desa. Tatau, Ramania Pipit, Jilatan, Artas atau Ligung, dan Pulau Kurung. Jinamun membawahi Rasak, Hambawang Punggal, serta Hambawang Kanas. Sementara Tangalin sendiri menaungi Pulau Nangka, Gudang Mandah, dan Pulau Tarung. Penyatuan wilayah-wilayah ini menjadi titik penting terbentuknya Desa Tangalin yang dikenal masyarakat saat ini.

Sejarah nama Tangalin hidup dalam dua versi. Arsip desa menyebutkan kisah tentang tumbuhan berbunga yang bentuknya menyerupai lilin dan tersusun seperti tangga. Tanaman yang dahulu banyak tumbuh di wilayah ini menjadi alasan para tetua menamai desa Tangalin.

Versi lain datang dari tuturan warga. Samsuri, anggota BPD, bersama perangkat desa Sanu, mengungkap cerita lama tentang lebatnya pohon ulin yang tumbuh hampir di seluruh penjuru desa. Ketika pohon-pohon besar itu tumbang, batangnya menumpuk membentuk susunan mirip tangga. Dari gambaran “tangga ulin” itulah nama Tangalin diyakini berasal.

Halianur menilai keberadaan dua versi ini justru memperkaya sejarah lokal. “Cerita semacam ini memperlihatkan bagaimana masyarakat memberi nama berdasarkan apa yang paling menonjol di mata mereka. Itu adalah bentuk pengetahuan tradisional yang harus kita hargai,” jelasnya.

Meski pepohonan ulin kini tidak lagi sebanyak dahulu, beberapa masih dapat dijumpai. Bahkan galih ulin tua kerap ditemukan ketika ada penggalian proyek atau saat warga membuka lahan. Temuan-temuan ini menjadi bukti bahwa masa lalu Tangalin tidak hanya tersimpan dalam cerita, tetapi juga dalam lapisan tanahnya.

Editor : Muhammad Rizky
#asal usul #Kabupaten Balangan #Desa