Tahulah Pian. Tak jauh dari area utama Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI) di kawasan Perkantoran Gubernur di Banjarbaru, ada satu lokasi yang cukup istimewa. Yaitu Hutan Pers Taman Spesies Endemik Indonesia.
Area ini diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo saat menghadiri puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarbaru. Kala itu, Presiden Jokowi menanam pohon mersawa, salah satu jenis endemik Kalimantan dari suku meranti-merantian. Pohon ini bisa tumbuh menjulang hingga 45 meter dengan diameter mencapai 135 sentimeter.
Kini, kawasan tersebut dikenal sebagai Bundaran Jokowi. Menjadi salah satu spot paling populer di TH2TI. Area ini sering dikunjungi pelajar dan wisatawan yang ingin melihat langsung koleksi pohon-pohon endemik dari seluruh Indonesia.
Dengan luas 90 hektare, TH2TI bukan hanya proyek konservasi, tapi juga ruang hidup yang menyatu dengan masyarakat. Pemerintah daerah berhasil mengubah konsep pelestarian hutan menjadi sesuatu yang bisa dirasakan langsung manfaatnya, baik untuk lingkungan maupun warga kota.
Selain itu, taman ini menghadirkan kombinasi rindangnya pepohonan, kesejukan udara, dan ruang bersantai yang membuatnya jadi tempat favorit bagi warga dan wisatawan. Taman ini juga menjadi lokasi ideal untuk penelitian akademis, terutama bagi mahasiswa dan peneliti yang ingin mengkaji ekosistem hutan hujan tropis.
Hutan jenis ini merupakan ekosistem yang selalu lembap dan kaya spesies. Dalam skala global, hutan hujan tropis bisa ditemukan di wilayah sekitar khatulistiwa seperti Asia Tenggara, Amerika Selatan, Afrika, hingga Australia.
“Pohon Mersawa ini merupakan pohon dari dataran Kalimantan. Tumbuh tinggi pohon ini bisa mencapai lima puluh hingga enam puluh meter, bahkan lebih,” kata Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq yang saat itu menjabat sebagai Kadishut Kalsel.
Editor : Muhammad Rizky