Tahulah Pian. Hamparan sawah hijau, serta udara segar khas pedesaan menyambut setiap orang yang datang ke Desa Raden, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut. Desa ini bukan hanya dikenal sebagai salah satu lumbung padi terbesar di daerah, tetapi juga menyimpan kisah sejarah menarik tentang asal-usul namanya.
Dengan luas wilayah mencapai 1.500 hektare, sekitar 800 hektare di antaranya merupakan lahan pertanian. Padi siam pandan menjadi varietas unggulan yang ditanam masyarakat setempat. Aromanya yang khas dan kualitasnya yang tinggi menjadikan Desa Raden sebagai penghasil padi terbesar di Kabupaten Tanah Laut.
Sebelum dikenal dengan nama Raden, desa ini dahulu bernama Tambak Kuning. Nama tersebut muncul karena hamparan sawah yang menguning saat musim panen, menjadikan desa ini simbol kejayaan pertanian di masa lampau.
Namun, cerita masyarakat setempat menyebutkan bahwa nama “Raden” muncul dari peristiwa bersejarah. Mahdiani, salah seorang warga, menuturkan bahwa pada masa lalu rombongan kerajaan pernah singgah di sebuah sungai yang kini berada di wilayah RT 4 Desa Raden. “Orang-orang kerajaan itu sempat mandi dan beristirahat di sungai sebelum melanjutkan perjalanan ke Tabunio,” ujarnya.
Sejak saat itu, masyarakat mulai menyebut daerah tersebut dengan nama Raden, yang diyakini berasal dari gelar bangsawan kerajaan yang pernah singgah di sana.
Desa Raden terus berkembang dengan kehidupan masyarakat yang rukun dan sederhana. Mayoritas penduduk beragama Islam, dan selain bertani, mereka juga mengembangkan peternakan sapi serta itik. Aktivitas memancing di sungai desa bahkan menjadi daya tarik tersendiri, menjadikan Raden sebagai salah satu spot memancing favorit di Tanah Laut.
Selain sektor pertanian dan peternakan, geliat ekonomi desa terlihat dari usaha kecil seperti bengkel, perdagangan, hingga wirausaha lokal. Hal ini menunjukkan semangat masyarakat dalam memanfaatkan potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan.
Dengan keindahan alam yang memukau, masyarakat yang ramah, serta sejarah unik di balik namanya, Desa Raden bukan sekadar desa pertanian biasa. Ia adalah warisan budaya dan sejarah yang hidup, menjadi bagian penting dari pesona Tanah Laut.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief