Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Batutut Sagu, Keterampilan dan Gotong Royong Ala Masyarakat Margasari Tapin

Jamaludin • Kamis, 6 November 2025 | 07:09 WIB
Batutut Sagu
Batutut Sagu

Tahulah pian, Batutut Sagu adalah istilah lokal yang digunakan masyarakat di Kecamatan Margasari, Kabupaten Tapin, untuk menyebut proses pembuatan gelapung atau tepung sagu dari batang pohon rumbia.

Dalam salah satu catatan sejarah. Dahulu, kegiatan batutut dilakukan secara gotong royong dengan sistem bagi hasil sesuai ketentuan adat yang berlaku. Keterampilan ini diwariskan secara turun-temurun, dan keluarga yang memiliki pulau rumbia umumnya hidup berkecukupan.

Proses batutut dimulai dengan menebang pohon rumbia yang sudah tua. Setelah dibersihkan dari daun-daun, batangnya dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Potongan batang rumbia kemudian dibelah atau dikupas.

Pada sekitar tahun 1940-an, masyarakat masih menggunakan alat-alat tradisional, seperti parudan, untuk menghaluskan hasil kukuran batang rumbia tersebut. Setelah itu, hasil parutan ditumbuk di dalam lesung hingga menjadi serbuk halus yang disebut dijajah.

Serbuk ini kemudian diaduk di dalam bakul, disalurkan, dan dilarutkan dengan air ke dalam jukung sudur atau perahu kecil untuk proses pengendapan. Dari sinilah kemudian dihasilkan sagu yang siap digunakan sebagai bahan makanan pokok maupun olahan tradisional.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#sagu #Budaya #Tapin #gotong royong