Tahulah pian di Masjid Pusaka di Desa Benua Lawas, Kecamatan Benua Lawas, Kabupaten Tabalong ada tiang-tiang yang menjadi wasilah dikabulkannya hajat seseorang. Di masjid peninggalan Khatib Dayan yang berdiri sejak 1625 lalu itu, terdapat tujuh belas tiang penyangga.
Angka 17 konon memiliki makna jumlah rakaat salat wajib umat Islam. Subuh, Zuhur, Asar, Magrib dan Isya.
Tiang guru sendiri berada pada bagian tengah bangunan masjid. Posisinya menjadi penyangga utama. Posturnya juga lebih besar dari tiang lainnya.
Hanya saja, dari kelima tiang ada empat tiang yang mendapat perhatian warga pengunjung Masjid Pusaka. Empat tiang guru itu diberi kain kuning dan kembang melati, sehingga coraknya lebih terlihat. Keempatnya menjadi target pelukan warga. Jika sampai kedua tangan menjangkaunya, maka kabul hajatnya.
Kaum Masjid Pusaka Benua Lawas, Saberan mengatakan tradisi memeluk tiang guru masih terlaksana hingga sekarang. Ia menjelaskan, untuk kain kuning di empat tiang adalah nazar dari orang yang ingin memasangnya.
Sementara untuk kebiasaan memeluk tiang menurutnya bagus saja. "Kalau tangan sampai memeluknya kabul hajat," ujarnya.
Berdasarkan syariat Islam, hal tersebut boleh saja, karena bagian dari wasilah bekas orang saleh. "Nabi Muhammad SAW waktu Isra Mikraj dulu juga pernah diminta Allah singgah di beberapa tempat. Salah satunya di tempat kelahiran Nabi Musa," ujarnya.
Masjid Pusaka Benua Lawas sendiri dibangun oleh ulama terkenal Khatib Dayan yang juga adik dari Sultan Abdurrahman di tahun 1625 silam.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief