Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sejarah Datu Qabul Margasari, Begini Menurut Cerita Guru Kulur Tapin

Rasidi Fadli • Kamis, 9 Oktober 2025 | 07:40 WIB
HAUL: Kiai Ahmad Barmawi atau Guru Kulur menceritakan ulang sejarah Datu Qabul saat haul ke-15 pada akhir September kemarin.
HAUL: Kiai Ahmad Barmawi atau Guru Kulur menceritakan ulang sejarah Datu Qabul saat haul ke-15 pada akhir September kemarin.

PADA 27 September 2025 kemarin, masyarakat Desa Baulin, Candi Laras Selatan, Tapin, menggelar haul ke-15 Syekh Muhammad Mahmud al-Qabul atau Datu Qabul.

Ribuan manusia memadati area makam Datu Qabul. Jemaah haul datang dari jalan darat dan jalur sungai.

Tidak ada yang mengetahui secara pasti sejarah kehidupan Datu Qabul. Namun jejak kewalian dan karamahnya sudah diketahui sejak puluhan tahun silam.

Kiai Ahmad Barmawi atau akrab disapa Guru Kulur menceritakan, haul kali ini bukan berarti Datu Qabul wafat 15 tahun yang lalu.

"Ini haul ke-15 kali yang dilaksanakan secara besar. Dari awal tidak sebesar ini, tapi dari tahun ke tahun semakin ramai dan bertambah besar," ujar Guru Kulur di hadapan jemaah.

Menurut Guru Kulur, Datu Qabul sudah lama wafat. Hanya saja, riwayat hidup beliau tak banyak diketahui, sebab tidak ada catatan sejarah yang pasti.

"Diperkirakan sudah 40–50 tahun lewat. Sebelum haul besar ini ada, sudah ditampakkan Allah kelebihan beliau," ucap Guru Kulur.

Ia menceritakan ulang kisah lama yang bersumber dari Tuan Guru Haji Muhammad, salah satu mentor Guru Sekumpul (Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani), yang dimakamkan di Gadung Keramat.

Dahulu kala, beberapa orang mendatangi Tuan Guru Haji Muhammad untuk meminta doa. Namun, beliau justru menyuruh mereka menuju Ujung Baulin, Margasari, tempat di mana terdapat sebuah kuburan dekat pohon.

"Kata beliau, kalau panjang umur, akan melihat karamah sidin, dan banyak orang yang akan datang berziarah ke sana nanti," tuturnya.

Ucapan itu kini terbukti. Makam yang dulu sepi kini menjadi pusat ziarah, tempat orang datang dengan niat berdoa dan bernazar.

Banyak yang meyakini, doa-doa yang dipanjatkan di sana sering "qabul" atau dikabulkan Allah.

Dari situlah kemudian muncul julukan Datu Qabul. "Yang tahu atau kasyaf akan kewalian sidin (beliau) itu wali juga. Jadi Datu Qabul bukan datu yang dibesarkan cerita kampung, tapi benar-benar orang yang diberikan keistimewaan," jelas Guru Kulur.

Berdasar cerita dari Tuan Guru Haji Muhammad yang juga keturunan Datu Kalampayan (Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari), masyarakat setempat kemudian memuliakan Datu Qabul.

"Benar-benar orang hebat dan berkeramat," tambahnya.

Sekitar 15 tahun lalu, masyarakat yang ingin lebih menghormati Datu Qabul meminta petunjuk kepada para ulama. Salah satunya kepada Tuan Guru Haji Zarkasi. Dari situ muncul gagasan untuk melaksanakan haul pertama secara besar-besaran.

"Haul pertama itu digelar 15 tahun yang lewat. Sejak saat itu, setiap tahun haulnya makin besar dan makin ramai," ucap Guru Kulur.

Haul Datu Qabul adalah simbol kecintaan umat Banua dalam mengenang para kekasih Allah yang telah pergi mendahului.

"Insyaallah, selama masih ada umat yang mencintai wali-wali Allah, keberkahan akan terus turun di Banua ini," tutup Guru Kulur.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#karomah #wali #Haul #Tapin #Ulama