Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kini Sudah Hampir 5 Abad, Begini Sejarah Awal Berdirinya Kota Banjarmasin

M Oscar Fraby • Senin, 29 September 2025 | 06:43 WIB
PERADABAN BARU: Masjid Sultan Suriansyah di Kuin Utara, Banjarmasin menjadi simbol perjuangan dan transformasi Kota Banjarmasin khususnya Kalsel.
PERADABAN BARU: Masjid Sultan Suriansyah di Kuin Utara, Banjarmasin menjadi simbol perjuangan dan transformasi Kota Banjarmasin khususnya Kalsel.

Tahun ini, Kota Banjarmasin genap berusia 499 tahun pada 24 September tadi. Di usia yang tak lagi muda, masyarakat Banjar kembali memperingati hari jadi kota yang dikenal sebagai “Kota Seribu Sungai” dengan semangat kebudayaan dan refleksi sejarah.

Tahun 1526, dipilih sebagai tonggak berdirinya Banjarmasin. Namun, tak semua orang mengetahui dasar penetapan tahun tersebut. Sejarawan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Mansyur menyebut tahun itu, menandai peristiwa besar yang menjadi titik balik berdirinya Kesultanan Banjar dan lahirnya Banjarmasih—nama awal Banjarmasin—sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan penyebaran Islam di Kalimantan Selatan.

“Pada tahun itu, Raden Samudera berhasil memenangkan pertarungan politik sekaligus militer melawan Pangeran Tumenggung. Momentum tersebut mengukuhkan dirinya sebagai raja pertama dengan gelar Sultan Suriansyah,” jelas Mansyur.

Sebelum kemenangan tersebut, para patih setia Raden Samudera telah memindahkan pusat perdagangan dari Muara Bahan ke desa kecil bernama Banjarmasih pada tahun 1525. Desa ini kemudian berkembang menjadi pusat aktivitas kerajaan.

Namun, konflik berkepanjangan dengan kekuatan di pedalaman membuat Patih Masih meminta bantuan dari Kesultanan Demak. “Demak bersedia membantu, tapi dengan syarat Raden Samudera dan rakyatnya masuk Islam. Syarat itu diterima, dan sejak itulah Islam mulai resmi menjadi fondasi kerajaan Banjar,” paparnya.

Armada Demak tiba di Banjarmasih pada tahun 1526. Setelah melalui peperangan selama hampir 40 hari, pada 24 September 1526, Pangeran Tumenggung menyerahkan pusaka kerajaan kepada keponakannya, Raden Samudera. Peristiwa ini dianggap sebagai lahirnya pemerintahan baru yang berpusat di pesisir sungai.

“Sejak kemenangan itulah, kekuasaan kerajaan Banjar beralih dari pedalaman ke kawasan pantai. Banjarmasih resmi menjadi ibu kota kerajaan Banjar. Inilah alasan kenapa tahun 1526, ditetapkan sebagai dasar berdirinya Kota Banjarmasin,” ujar Ketua Lembaga Kajian Sejarah Sosial Budaya Kalimantan (LKS2B) itu.

Ia menambahkan, momentum tersebut tidak hanya penting bagi sejarah lokal, tetapi juga bagian dari geopolitik Nusantara. Keberadaan kerajaan Islam di Kalimantan Selatan menjadi mata rantai baru dalam menghadapi dominasi Portugis yang kala itu menguasai jalur perdagangan laut Jawa.

“Jadi 1526 bukan sekadar angka, melainkan simbol kemenangan, peralihan kekuasaan, dan lahirnya peradaban baru di tepian Sungai Martapura,” tutupnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Hari Jadi #banjarmasin #Sejarah