Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pundut Nasi: Kuliner Khas Banjar yang Sederhana tapi Punya Filosofi Mendalam

Endang Syarifuddin • Rabu, 24 September 2025 | 08:23 WIB
SIMBOL KEBERSAMAAN: Pundut nasi khas Banjar yang terbungkus rapi dengan daun pisang. Makanan sederhana ini masih lestari di tengah masyarakat.
SIMBOL KEBERSAMAAN: Pundut nasi khas Banjar yang terbungkus rapi dengan daun pisang. Makanan sederhana ini masih lestari di tengah masyarakat.

ADA satu panganan sederhana yang masih lestari di Banua. Namanya pundut nasi. Sekilas tampak cuma nasi dibungkus daun pisang. Tapi, di balik balutan sederhana itu tersimpan kisah panjang tentang kebiasaan urang Banjar menjaga tradisi.

Bentuknya kecil, pipih memanjang. Di dalamnya ada nasi yang tingkat kelembekannya belum seperti lontong. Berlemak santan di bagian atasnya. Kadang dilengkapi lauk sederhana macam telur rebus, atau ikan haruan kering.

Yang bikin harum, saat dibungkus daun pisang biasanya dilayukan dulu. Jadinya wangi khas daun berpadu nasi terasa begitu menggoda.

“Biasanya acara kenduri, haul, atau sedekahan, pundut nasi ini jadi andalan. Praktis dibagikan ke tamu, tidak ribet,” ujar Rahmah, warga Pengambangan, yang masih sering membuatnya tiap ada acara keluarga.

Tak sekadar panganan pengganjal perut, pundut nasi jadi simbol berbagi. Setiap orang dapat satu bungkus. Ringkas, tapi berkesan. Biasanya ditambah sambal habang (sambal merah khas Banjar) yang manis.

Di pasar-pasar tradisional, pundut nasi masih gampang ditemui. Harganya murah meriah, sekitar Rp5 ribu sebungkus. Cukup buat teman segelas kopi hitam pagi hari.

“Kalau untuk sarapan, pas. Nggak banyak atau sedikit, tapi tetap nyaman,” kata Imah, pedagang di kawasan jalan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur.

Tradisi membuat pundut nasi diwarisi turun-temurun. Dari ibu, nenek. Memang sederhana, tapi jadi bagian penting dari budaya Banjar.

Tahukah pian, di balik bungkus daun pisang itu, ada rasa kebersamaan yang selalu terjaga. Jadi, kalau melihat pundut nasi, jangan cuma dipandang sepele. Itu bukan sekadar nasi dibungkus, tapi bagian dari cerita Banua yang masih hidup sampai hari ini.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#khas #Banjar #nasi #Kuliner