Haruai. Nama sebuah kecamatan di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Nama itu bukan dibuat sembarangan. Diambil dari nama burung. Burung Ruai. Burung yang biasa hidup di wilayah tersebut. Orang juga menyebutnya Juwey atau Kuau Raja.
Bulu-bulunya indah. Biru bercorak cokelat. Hingga dijuluki: merak Kalimantan. "Burung Ruai sudah hampir punah. Hanya ada di daerah penggunungan. Jarang ditemui lagi," kata Camat Haruai, Muliadi, Kamis (21/8/2025).
Haruai resmi menjadi kecamatan sejak tahun 1965. Salah satu kecamatan tertua, karena bertepatan dibentuknya Kabupaten Tabalong berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1965 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Tanah Laut, Daerah Tingkat II Tapin, dan Daerah Tingkat II Tabalong. Selain ditetapkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2765.
Luas wilayahnya sekitar 1.187.27 kilometer persegi. Wilayah ini sempat dibantu dengan dua kecamatan lainnya, Upau dan Bintang Ara, karena kawasannya cukup luas.
Namun, kedua kecamatan pembantu kini berdiri sendiri. Luas wilayah Haruai berkurang menjadi 469.77 kilometer persegi.
Desa di Haruai ada 13. Terdiri dari Lok Batu, Kembang Kuning, Seradang, Halong, dan Desa Suput, Catur Karya, Mahe Pasar, Suriyan, Hayup, Bongkang, Wirang, Nawin, dan Desa Marindi.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief