Tahulah pian, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memiliki sebuah lagu khas yang begitu populer berjudul “Roma atau Paris”. Lagu ini diangkat dari puisi karya sastrawan Darmansyah Zauhidie berjudul Kandangan Kotaku Manis.
Ketua Dewan Kesenian Daerah HSS, Muhammad Riduan atau akrab disapa Edo menceritakan lagu tersebut lahir dari tangan seniman Ruslan Faridi yang mengaransemen puisinya menjadi musik sekitar tahun 2000-an. “Liriknya diambil dari bait puisi Kandangan Kotaku Manis, lalu dijadikan lagu,” ujar Edo.
Lagu “Roma atau Paris” pertama kali diperdengarkan saat Aruh Sastra Kalsel di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Dibawakan dalam lomba musikalisasi puisi, lagu itu langsung mencuri perhatian.
Sejak saat itu, lagu ini kerap diputar dalam berbagai acara, baik hiburan rakyat maupun kegiatan resmi pemerintahan. Bahkan sempat begitu populer, hingga anak-anak SD pun hafal di luar kepala. “Kalau sekarang istilahnya viral,” kata Edo.
Lagu bergenre pop Banjar ini memadukan alat musik tradisional dan modern. Seiring waktu, “Roma atau Paris” semakin dikenal, bahkan banyak diaransemen ulang dalam berbagai genre.
Kini, lagu itu lebih sering dinikmati lewat kanal YouTube ketimbang dibawakan langsung di panggung. Namun, maknanya tetap sama, simbol kebanggaan lahir dan besar di Kandangan.
Menariknya, puisi “Kandangan Kotaku Manis” sendiri diabadikan dalam sebuah monumen di Taman Darmansyah Zauhidie. “Roma atau Paris bukan sekadar lagu. Ia adalah identitas dan kebanggaan warga Kandangan,” pungkas Edo.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief