Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jukung Sudur, Perahu Kuno Bukti Peradaban Tempo Dulu di Kalimantan

M Akbar Radar Banjarmasin • Selasa, 9 September 2025 | 07:23 WIB
DIPAHAT CEKUNG: Jukung Sudur yang ditemukan di Desa Kaludan Besar Kabupaten HSU tersimpan di Museum Lambung Mangkurat, Kota Banjarbaru.
DIPAHAT CEKUNG: Jukung Sudur yang ditemukan di Desa Kaludan Besar Kabupaten HSU tersimpan di Museum Lambung Mangkurat, Kota Banjarbaru.

Jukung itu panjangnya 17 meter. Lebarnya ramping. Hanya muat duduk berderet sendirian dari depan ke belakang. Terbuat dari satu batang pohon raksasa yang dipahat cekung. Seperti lesung, tapi lebih besar.

Usianya? Diperkirakan dari abad ke-15. Namanya Jukung Sudur.

Ia ditemukan bukan kemarin sore. Sudah lama. Tahun 1994. Di Desa Kaludan Besar, Amuntai Tengah, Hulu Sungai Utara.

Sekarang, desa itu sudah dimekarkan jadi dua: Kaludan Besar dan Kaludan Kecil. Kecamatan pun ikut berubah, jadi Banjang.

Perahu kuno itu kini tersimpan rapi di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Tidak lagi terendam di lumpur sungai. Tidak lagi ditutupi semak. Kini, ia berdiri anggun sebagai saksi bisu peradaban sungai di tanah Banjar.

Bayangkan, 500 tahun lalu, perahu sepanjang itu meluncur di atas sungai-sungai Kalimantan. Membawa barang, mungkin juga orang. Sungai adalah jalan raya masa itu. Tidak ada aspal, tidak ada tol. Semua urusan hidup bertumpu pada aliran air.

Camat Banjang, Rully Lesmana, tampak bangga.

“Jukung panjang ini adalah bukti peradaban masyarakat Banjar tempo dulu. Kita harus mengenalkannya kepada anak-anak, agar tidak hilang ditelan zaman,” katanya, Senin (8/9).

Rully sadar. Nilai Jukung Sudur bukan sekadar kayu tua yang dipahat. Tapi simbol identitas. Edukasi. Wisata budaya. Kebanggaan.

Untunglah Museum Lambung Mangkurat memajangnya. Jika tidak, mungkin hanya tinggal cerita. Atau lebih parah, jadi kayu bakar.

Kini, siapa saja bisa datang melihatnya. Mengagumi keterampilan leluhur. Dan merenungkan: betapa kuatnya hubungan orang Banjar dengan sungai.

Sungai adalah jalan. Sungai adalah hidup. Dan Jukung Sudur adalah saksi senyapnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Budaya #peradaban #Tahulah Pian #kapal #jukung #Sejarah #Hulu Sungai Utara