Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Beda dari yang Lain, Ini Ciri Khas Tersendiri Mamanda dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Salahudin Radar Banjarmasin • Kamis, 21 Agustus 2025 | 09:13 WIB
PEMENTASAN: Salah satu pertunjukan Mamanda di Kabupaten Hulu Sungai Selatan
PEMENTASAN: Salah satu pertunjukan Mamanda di Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Tahulah pian, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), mamanda yang ditampilkan dalam setiap pagelaran memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan daerah lain. Bedanya, mucukani atau prolog.

Tak hanya itu, Ketua Dewan Kesenian Daerah HSS, Muhammad Riduan menerangkan, perbedaan mamanda di Kabupaten HSS dengan daerah lain adalah, adanya tarian selamat datang, kunun dan peluit.

Menurutnya, prolog dalam pertunjukan mamanda di Kabupaten HSS adalah bagian pembuka yang berisi pengantar cerita atau gambaran umum tentang lakon yang akan ditampilkan. Prolog ini berfungsi untuk menarik perhatian penonton dan memberikan informasi awal tentang tema, karakter, dan latar belakang cerita. “Bahasa saat ini bisa disebut sinopsis,” kata Riduan.

Sedangkan tarian selamat datang di mamanda di Kabupaten HSS umumnya disebut sebagai lagu selamat datang atau musik selamat datang. Musik ini mengiringi masuknya tokoh-tokoh penting, seperti raja atau sultan ke arena pertunjukan. Tarian selamat datang biasanya yang menari berpasangan, perempuan dan laki-laki. “Musik tarian selamat datang biasanya meriah,” imbuhnya.

Sementara, kunun adalah bagian yang berisi cerita atau narasi yang disampaikan sebelum cerita utama dipentaskan. Digunakan untuk memulai cerita atau kisah yang akan dibawakan dalam pertunjukan.

Menurutnya, kunun biasanya dibawakan oleh tiga orang yang bernama saudara pertama, saudara kedua dan saudara ketiga. Ketiganya memegang tongkat, bernyanyi bergiliran dan berlagak masing-masing peran. “Pemerannya menggunakan pakaian seperti orang kantoran dan bisa memakai dasi kupu-kupu,” sebut pria yang biasa dipanggil Ujang.

Ciri khas mamanda di Kabupaten HSS yang tidak ada di daerah lain tambahnya adalah adanya peluit. Peluit ini sebagai kode atau media, masuk dan keluarnya pemeran ke arena mamanda. “Peluit biasanya dipegang sutradara sebagai pemberi kode,” imbuhnya. 

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#seni #Budaya #hulu sungai selatan #mamanda #tradisi