Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ada Jangkar, Saat Pengerjaan Proyek Drainase di Jalan Samudera Banjarmasin, Bagaimana Mungkin?

Riyad Dafhi Rizki • Rabu, 13 Agustus 2025 | 08:13 WIB
DIKERUK ALAT BERAT: Jangkar yang ditemukan di Jalan Pangeran Samudera pada Januari 2025 lalu.
DIKERUK ALAT BERAT: Jangkar yang ditemukan di Jalan Pangeran Samudera pada Januari 2025 lalu.

Tahulah Pian, pada Januari 2025 lalu, sebuah jangkar besar ditemukan saat pengerjaan proyek drainase di Jalan Pangeran Samudera Banjarmasin?

Kronologinya berawal ketika alat berat yang digunakan untuk mengeruk, menyentuh sebuah benda besi besar di bawah permukaan tanah. Setelah benda diangkat, ternyata sebuah jangkar yang tingginya mencapai dua meter, berbahan besi, berwarna hitam legam.

Pertanyaannya, bagaimana mungkin benda yang identik dengan kapal ini berada di bawah jalan darat? Sejarawan UIN Antasari, Mursalin menjelaskan lokasi penemuan itu dulunya adalah aliran Sungai Belasung—anak sungai yang menghubungkan Kanal Tatas hingga Sungai Telawang.

"Ini merujuk catatan Idwar Saleh (1981/1982), di masa lalu kawasan ini berada dekat simpang Keramat Belasung, yang dikelilingi penjara, rumah orang Belanda, pelabuhan, gudang garam, dan lapangan batu bara," katanya, Selasa (12/8).

Sungai Belasung sendiri mengalir dari wilayah Tatas (kini Masjid Sabilal Muhtadin) menuju Sungai Telawang.

Karena itu, temuan diduga milik kapal yang dulu berlayar dari Sungai Barito hingga masuk Sungai Martapura, bahkan ke aliran kecilnya seperti Sungai Belasung.

Lalu, kapal seperti apa yang pernah menggunakan jangkar tersebut? Petunjuknya, kata Mursalin, bisa dibandingkan dengan temuan sebelumnya pada 2023, di kawasan rehabilitasi Langgar Al Hinduan, Sungai Mesa. Ketika itu ditemukan ketel uap model Cochran Boiler buatan sekitar 1885. Perangkat ini digunakan pada small river steamer atau kapal uap kecil yang melayari sungai—berjenis water tube boiler berbahan bakar batu bara.

Ada juga temuan tahun 1997, di bantaran Sungai Martapura, Jalan Kapten Pierre Tendean, Sungai Mesa. Saat itu, ditemukan sisa kapal dari masa Hindia Belanda yang karam. Bagian kapal yang terlihat baru sekitar 30 persen, namun diperkirakan panjang aslinya 15 meter dan lebar 4 meter.

Badannya terbuat dari pelat baja dan kerangka besi siku, teknologi yang mulai digunakan pada awal abad ke-20.

Analisis menunjukkan kapal ini adalah kapal tarik tanpa mesin, yang digerakkan dengan cara ditarik tugboat. Usianya diperkirakan sekitar 75 tahun pada saat ditemukan. "Dengan melihat pola temuan sebelumnya, besar kemungkinan jangkar Sungai Belasung pernah menjadi bagian dari kapal yang beroperasi di jalur sungai Banjarmasin pada era serupa," jelasnya.

Saat ini, jangkar tersebut berada di bawah penanganan Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Bidang Kebudayaan, Disbudporapar Kota Banjarmasin. Benda itu kini menjadi salah satu koleksi Museum Kayuh Baimbai di Jalan Teluk Kelayan, Kelayan Barat, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#banjarmasin #temuan #Sejarah