Tahulah pian bikang? Kue yang satu ini wajib dicoba jika jalan-jalan ke Kalimantan Selatan. Bikang adalah salah satu variasi kue basah tradisional khas Banjar. Bentuknya kecil dan bundar.
Kue atau wadai ini biasanya tersedia dalam beberapa varian rasa adonan. Seperti bikang gula merah, pandan, labu, kentang dan original. Sehingga warnanya menyesuaikan rasa. "Originalnya berwarna putih dengan pinggiran yang kecokelatan," ujar Mariani, salah seorang pedagang kue khas Banjar, asal Banjarmasin.
Bikang berbahan dasar tepung terigu, telur, gula pasir, santan, vanili, air dan garam. Cara pengolahannya cukup mudah. Kocok telur, vanili, gula pasir dan garam hingga halus. Tambahkan terigu dan santan, aduk adonan hingga tercampur rata. "Adonannya cenderung encer, tetapi tak seencer susu UHT. Sesuaikan saja," sarannya.
Adonan ini kemudian dimasak pada loyang bundar berisi 5-7 lubang. Saat setengah matang, bikang diberi topping sesuai selera. "Bisa pakai tahilala, tapai ketan, potongan nangka, atau sesuai selera," beber Mariani.
Masak dengan api kecil agar adonan matang merata dan tak mudah gosong. Kue ini bercita rasa manis legit, juga terasa gurih dan wangi dari tambahan topping tahilalanya.
Kue ini masih sangat mudah dijumpai di pasar tradisional Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura hingga ke arah Hulu Sungai. "Harganya pun masih terjangkau, berkisar Rp1.000-Rp2.000 per kue," bebernya.
Bikang paling nikmat disantap saat sarapan atau saat menemani momen santai sambil menikmati kopi atau teh.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief