Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tahulah Pian Asal Usul Desa Munjung Kabupaten Balangan

M Dirga • Senin, 28 Juli 2025 | 09:38 WIB

 

NAMA TUMBUHAN: Kantor Kepala Desa Munjung di Kabupaten Balangan.
NAMA TUMBUHAN: Kantor Kepala Desa Munjung di Kabupaten Balangan.

Tahulah pian, Kabupaten Balangan menyimpan banyak kisah unik tentang asal-usul nama desanya. Salah satunya adalah Desa Munjung.

Wilayahnya itu dulu hanyalah permukiman kecil dan terpencil, jauh dari keramaian. Tak banyak orang tahu, nama desa ini ternyata dari sejenis tanaman rawa yang kini nyaris dilupakan.

Desa Munjung sebagai bagian dari wilayah administratif Kecamatan Batumandi dulunya hanya dihuni beberapa keluarga yang mengandalkan hidup dari berkebun.

Pamong Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan, Halianoor mengisahkan pada masa penjajahan Belanda, wilayah Munjung hanyalah sebuah tempat terpencil yang dihuni oleh segelintir warga. Selain warga asli, ada pula masyarakat pendatang yang mengadu nasib ke kawasan itu.

Namun, tekanan ekonomi dan ancaman dari penjajah membuat penduduk tak betah berlama-lama. Demi menyelamatkan diri, mereka memilih mengungsi ke hutan Tigarun, sebuah kawasan lebat yang cukup jauh dari jangkauan penjajahan. “Warga tinggal cukup lama di dalam hutan, hidup seadanya demi menghindari kejaran. Tapi begitu situasi mulai aman, mereka kembali ke wilayah asal,” ujar Halianoor.

Setelah kemerdekaan Indonesia, pemerintah mulai menyusun struktur pemerintahan. Daerah yang ditinggali para pengungsi ini secara administratif dibentuk menjadi satu desa bernama Aturan, karena jumlah penduduk yang masih terbatas. Namun perkembangan zaman membuat masyarakat kian bertambah, wilayah semakin luas, dan terbentuklah desa baru yang berdiri sendiri, yakni Desa Munjung.

Nama “Munjung” dari tanaman rawa yang dulu banyak tumbuh di wilayah itu. Tanaman ini mirip dengan bakung, dan sangat mudah dijumpai. Terutama di lahan-lahan basah sekitar desa. “Tanaman Munjung sangat dikenal masyarakat. Karena begitu banyak, dan menjadi ciri khas kawasan ini, maka nama itulah yang dipilih untuk mewakili desa mereka,” jelas Halianoor.

Sayangnya, tanaman yang menjadi asal-usul nama desa tersebut kini sudah tak lagi ditemukan. Munjung telah punah, tergantikan oleh perubahan bentang alam dan aktivitas manusia yang terus berkembang.

Meski hanya tinggal nama, Munjung tetap menjadi simbol dari perjalanan sejarah masyarakat desa. Dari tempat pengungsian di tengah hutan, hingga menjadi permukiman yang terus tumbuh seiring waktu, nama itu menjadi pengingat akan akar budaya dan perjuangan warga membangun kehidupan dari nol.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#asal usul #Tahulah Pian #Balangan #Desa