Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tahulah Pian: Harta Mampari, Lokasi Harta Karun Masa Silam di Kabupaten Balangan

M Dirga • Kamis, 26 Juni 2025 | 07:41 WIB
GUCI ANTIK: Harta karun yang bernilai tinggi.
GUCI ANTIK: Harta karun yang bernilai tinggi.

Tahulah Pian, di Desa Mampari, Kecamatan Batumandi, Kabupaten Balangan, terdapat sejumlah lokasi yang diyakini menyimpan harta karun dari masa silam. Konon, puluhan tahun silam, wilayah ini menjadi tempat berjualan para pedagang keturunan Tionghoa. Mereka menjajakan barang pecah belah seperti piring malawin dan guci-guci antik yang saat itu bernilai tinggi.

Namun, ketika situasi keamanan mulai memburuk akibat perang, para pedagang mulai khawatir. Takut akan kerusuhan, mereka memutuskan kembali ke negeri asal. Sementara barang dagangan yang tidak mungkin dibawa pulang, mereka sembunyikan di dalam tanah. Lantas berharap bisa kembali suatu hari nanti untuk mengambilnya.

"Sayangnya, tidak ada yang tahu bagaimana nasib para pemilik barang itu setelahnya. Puluhan tahun berlalu, desa yang dulu ramai berubah menjadi rimba, lalu dibuka kembali sebagai permukiman. Tetapi, jejak para pedagang itu menghilang begitu saja," ungkap Pamong Budaya Disdikbud Balangan, Halianur.

Cerita mengenai harta tersembunyi itu tak lantas hilang ditelan waktu. Warga setempat menyebut lokasi penyimpanan itu sebagai 'Pacinaan'. Nama ini diambil dari kata ‘Cina’ yang merujuk pada para pedagang Tionghoa zaman dulu.

Menariknya, upaya pencarian harta karun tersebut tak jarang berawal dari mimpi. Salah seorang warga pernah bermimpi tentang lokasi penggalian. Saat ia menindaklanjutinya, ditemukanlah sejumlah benda peninggalan.

Menurut warga, sudah ada lima sumur peninggalan yang berhasil digali. Namun, dipercaya masih banyak sumur serupa yang tersembunyi di sekitar kawasan Pecinaan.

Warga juga mempercayai keberadaan lokasi lain yang menyimpan harta misterius. Dalam satu kisah, seorang warga yang mendapat ‘petunjuk’ melalui mimpi menggali sebuah lokasi bersama tim. Mereka menemukan benda berbentuk kotak besi besar yang diduga peti harta. Namun, saat hendak diangkat, peti itu menghilang begitu saja.

"Proses penggalian sempat dihentikan karena muncul kejadian-kejadian aneh. Akhirnya, warga menyerahkan persoalan ini kepada seorang spiritualis setempat," terang Halianur.

Sang spiritualis lantas melakukan ritual khusus, dan mengklaim sempat melakukan komunikasi dengan 'penjaga' peti tersebut. Sayangnya, hasil negosiasi tak seperti yang diharapkan. Menurut penguasa gaib yang dipercaya menjaga harta tersebut, isi peti hanya bisa diambil jika memang sangat diperlukan oleh warga Desa Mampari.

Meski demikian, kisah harta karun Mampari masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat setempat. Beberapa di antaranya bahkan berharap pemerintah atau pihak berwenang bisa melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengungkap kebenarannya.

"Benda-benda peninggalan seperti piring dan guci itu sesungguhnya bisa menjadi petunjuk sejarah perdagangan dan budaya lokal. Sayang kalau hanya jadi cerita dari mulut ke mulut," tutup Halianur.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#benda #Budaya #harta karun #Tahulah Pian #Balangan #Sejarah