Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tahulah Pian, Lambang Kabupaten Tanah Bumbu, Ternyata Ini Maknanya

Zulqarnain RB • Rabu, 18 Juni 2025 | 09:33 WIB
MAKNA: Lambang Kabupaten Tanah Bumbu. Setiap elemen dalam gambar ini punya makna, dari sejarah hingga harapan masa depan Bumi Bersujud.
MAKNA: Lambang Kabupaten Tanah Bumbu. Setiap elemen dalam gambar ini punya makna, dari sejarah hingga harapan masa depan Bumi Bersujud.

Pian barangkali sudah tak asing lagi dengan lambang Kabupaten Tanah Bumbu. Mulai dari kantor pemerintahan, seragam ASN, hingga baliho acara resmi, lambang ini kerap muncul. Tapi tahulah pian, setiap elemennya punya makna?

Semua maknanya tertulis resmi dalam Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 26 Tahun 2005 tentang Lambang/Logo Kabupaten Tanah Bumbu. Perda ini menjelaskan detail bentuk, warna, hingga filosofi di balik tiap elemen logo.

Logo itu berbentuk perisai segi lima, yang melambangkan ketahanan dan semangat melindungi dalam satu kesatuan.

Warna hijau melambangkan kesuburan tanah Tanah Bumbu, mencakup hasil pertanian, perkebunan, dan kekayaan tambang yang menjadi kekuatan utama daerah ini.

Di tengah, ada perahu layar tradisional (phinisi) dengan lima helai layar. Ini merujuk pada lima kecamatan awal saat Tanah Bumbu resmi dimekarkan dari Kotabaru tahun 2003: Batulicin, Kusan Hilir, Kusan Hulu, Sungai Loban, dan Satui.

Lalu di sampingnya, ada padi 53 butir dan kapas 25 kuntum. Padi mewakili tahun 1953, sebagai titik awal perjuangan membentuk kabupaten sendiri. Sementara angka 25 pada kapas menandai tanggal pengesahan Tanah Bumbu sebagai kabupaten: 25 Februari 2003.

Tak ketinggalan, ada gunung berwarna hitam yang menyimbolkan kekayaan alam yang masih tersembunyi dan belum tergarap sepenuhnya. Sedangkan laut dengan gelombang putih menggambarkan potensi kemaritiman yang melimpah.

Di atasnya, bintang kuning berpancar lima jadi penegas: masyarakat Tanah Bumbu menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, apa pun yang dibangun, mesti dengan rida Ilahi.

Bagian bawah bertuliskan “Tanah Bumbu” dengan warna cokelat. Maknanya? Masyarakat yang jujur, ksatria, berwibawa, dan berjiwa besar.

Ada juga pita bertuliskan “Bersujud”, singkatan dari Bersih, Syukur, Jujur, Damai. Empat prinsip yang ingin dijaga dalam membangun daerah ini.

Terakhir, perisai logo dibingkai warna hitam dan kuning. Hitam melambangkan tekad yang kuat, pantang menyerah.

Sementara kuning menunjukkan kebesaran jiwa dan kejujuran yang harus selalu ditunjukkan, bahkan dalam situasi tersulit sekalipun.

Lambang Tanah Bumbu, pada akhirnya, menggambarkan asal-usul, harapan, serta nilai-nilai yang ingin terus dijaga oleh masyarakat Bumi Bersujud.

Editor : Arief
#Tahulah Pian #Tanah Bumbu #Sejarah