Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bunga Cempaka Abadi di Dalam Botol, Cendera Mata Ikonik dari Amuntai HSU

M Akbar Radar Banjarmasin • Kamis, 12 Juni 2025 | 09:02 WIB
KHAS: Kerajinan bunga cempaka dalam botol khas Hulu Sungai Utara.
KHAS: Kerajinan bunga cempaka dalam botol khas Hulu Sungai Utara.

DI AMUNTAI, pusat Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), terdapat satu kerajinan yang masih digeluti. Namanya kerajinan bunga cempaka di dalam botol.

Kerajinan ini tidak memakai zat kimia seperti formalin untuk proses pengawetan bunga cempaka tersebut.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan HSU, Kamarudin mengatakan kerajinan ini merupakan salah satu cendera mata ikonik dari HSU.

"Kerajinan ini ikonik. Bunga cempaka yang mekar dipetik, ditaruh, dan ditata dalam botol dan membentuk pola. Kemudian diisi cairan khusus dan kembang di dalam botol akan berwarna kuning," ujarnya, Rabu (11/5).

Menurutnya, tak banyak warga yang terlatih dengan kerajinan ini. Perajin yang pandai adalah warga yang bermukim di Desa Tayur, Kecamatan Haur Gading.

"Perajin bunga cempaka abadi ini tidak banyak. Soalnya diturunkan secara turun temurun," jelasnya.

Mantan Camat Haur Gading ini menambahkan, selain diwariskan turun temurun, juga ada yang mempelajari secara otodidak. "Meski ada yang bisa membuat atau menirunya, namun bunga cempaka tidak bertahan lama dan cepat rusak," terangnya.

Saat ini pun tambahnya, hanya beberapa perajin yang mampu membuat produk yang tahan lama sampai belasan tahun. "Saya tidak mengetahui pasti apakah ada teknik khusus agar bunga cempaka dalam botol tidak rusak, sebab resepnya turun temurun keluarga," imbuhnya.

Kerajinan bunga cempaka ini kerap diberikan kepada tamu luar daerah sebagai kenang-kenangan. "Untuk harga kerajinan ini relatif. Di harga Rp300 ribu sampai Rp1 juta lebih, tergantung bentuk kaca atau botol yang digunakan," ucapnya.

Keterampilan membuat kerajinan ini diharapkan bisa dilanjutkan perajin lain. Sehingga kerajinan ikonik ini semakin terjaga dan lebih dikenal luas.

"Pemerintah daerah tidak dapat memaksa perajin untuk membagikan resep turun temurun tersebut. Keahlian ini semacam hak paten bagi usaha mereka, tapi ini sebuah warisan seni pengawetan bunga yang harus dilestarikan," tutupnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Budaya #oleh-oleh #Tahulah Pian #cendera mata #kerajinan tangan #Hulu Sungai Utara